Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan oleh FPI

13 Nov 2019 16:15 Film

Pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) di Bandar Lampung dihentikan paksa karena protes Front Pembela Islam (FPI).

Pemutaran film yang berlangsung di lantai dua Dewan Kesenian Lampung (DKL), pada Selasa 11 November lalu itu, sempat berjalan setengah jam hingga kemudian terdengar teriakan dari lantai bawah.

Tak lama kemudian, panitia secara mendadak memberikan pengumuman melalui pengeras suara bahwa pemutaran film karya Garin Nugroho itu tidak bisa dilanjutkan.

Sementara di dalam ruangan telah ada 100 orang penonton. Hal ini sangat disayangkan DKL.

"FPI jangan langsung mengambil sikap. Dia harus tahu dulu, harus pelajari dulu, kenapa film ini dilarang (tayang)?" kata Hermanasyah selaku pengurus.

Ia menegaskan, ketika FPI menuduh sebuah film mengandung unsur pornografi atau LGBT dan sebagainya, pihak FPI seharusnya melihat terlebih dahulu filmnya.

"DKL ini punya gedung pertunjukan, siapapun bisa pakai," tegas Hermansyah.

Menanggapi kejadian ini, Garin Nugroho mengharap pemerintah bisa turun tangan. "Radikalisme dan anti kekerasan jalanan. Kalau itu hanya jadi jargon politik yang mau dijual untuk popularitas, tapi sehari-hari tindakan kekerasan itu berjalan, maka radikalisme akan tumbuh," tegas dia.

Garin Nugroho menyebut bahwa filmnya sudah lolos sensor. "Sudah sesuai prosedur hukum," sambungnya.

Tidak sekali ini film Kucumbu Indah Tubuhku dihentikan pemutarannya. Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok menerbitkan surat keberatan dan meminta penayangan film ini dihentikan di bioskop yang ada di Kota Depok, pada April 2019.

"Kalau saya yang di Semarang saya lawan. Kalau di Lampung nggak ada saya, saya mau ngapain?," ujarnya kesal.

"Film saya telah lulus sensor, jadi sebenarnya penutupan itu memalukan pemerintah, karena saya telah melakukan pekerjaan sesuai prosedur hukum kan," tuturnya.

11 Nominasi Film Kucumbu Indah Tubuhku

Ada sebanyak sebelas kategori FFI 2019 yang didapat film Kucumbu Tubuh Indahku, di antaranya adalah Cerita Film Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Sebelumnya, film ini telah mendapat penghargaan dengan dipilih oleh Komita Oscar 2020, mendapat penghargaan Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis, 2018), Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018).

Penghargaan dari dalam negeri ialah Film Pilihan Tempo di Festival Film Tempo 2018, dan Sutradara pilihan Tempo Festival Film Tempo 2018.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini