Mudik Nyaman, Sistem One Way Kebijakan yang Tepat

04 Jun 2019 11:10 Nasional

Sistem one way yang diterapkan pemerintah dan Korlantas Polri untuk mengurai kemacetan, melegakan masyarakat pengguna jalan Tol Trans Jawa. Sistem one way tersebut memangkas waktu para pemudik karena terhindar dari macet.

Beberapa pemudik asal Jakarta yang ditemui ngopibareng.id menuturkan, sistem one way membuat waktu tempuh dari Tol Cipali hingga Semarang menjadi cepat. "Ini saya rasakan mulai dari Tol Palimanan sampai Gerbang Tol Kalikangkung lancar," kata Wibowo yang berangkat dari Jakarta.

Ia bersama istrinya, Anggie dan putrinya, Kenes, akan berlebaran di rumah orangtua di Sragen, Jawa Tengah. "Saya akan transit dulu di rumah kakak di Semarang. Perjalannya mantul, mantap betul," kata Anggie.

Bagi Bowo dan Anggie ini untuk ketiga kalinya pulang kampung membawa mobil sendiri. Tahun ini dinilai yang paling nyaman. Hanya sedikit antri sewaktu mengisi BBM di rest area 360 Batang.

Hal senada diucapkan pemudik asal Cinere, Diana, yang pulang kampung di Surabaya. Dia mengatakan, mudik tahun sebelumnya butuh waktu 23 jam di perjalanan. Tetapi tahun ini, hanya membutuhkan waktu 9 jam.

"Jalur lancar sekali, hampir tanpa hambatan berarti, hanya 1 kali berhenti isi bensin dan ke toilet di rest area 429 Semarang-Ungaran selama 47 menit, lanjut lagi perjalanan ke Surabaya. Total perjalanan 8 jam 12 menit ditambah 47 menit istirahat, ini perjalanan yang menyenangkan," ujarnya.

Menurut Diana, kunci mudik kali ini ada di one way Tol Cipali-Kalikangkung, Semarang. Di ruas tol yang diberlakukan one way, kendaraan dapat dipacu rata-rata 90 km/jam.

"Alur Cipali sampai Kalikangkung, Semarang, aman terkendali. Sempat isi bensin sekali di rest area masuk wilayah Majalengka. Di dalam Tol Cipali tidak ada hambatan," jelas Diana.

Sri Wibowo bersama keluarga menikmati kelancaran mudik berkat sistem one way Foto Asmanungopibarengid
Sri Wibowo bersama keluarga menikmati kelancaran mudik berkat sistem one way. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Ruas Tol Cikarang, Bekasi, masih menjadi momok bagi pengguna jalan tol dari Jakarta. Sebelum pintu tol utama Cikampek, pemudik harus bertarung dengan kemacetan sampai berjam-jam. Penyebabnya, ada penyempitan badan jalan oleh proyek jalan layang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, penerapan one way atau sistem satu arah untuk mudik di Tol Cipali hari ini berakhir. lalu lintas di tol dinilai sudah normal.

"Bila terjadi lonjakan kendaraan, maka one way bisa dilakukan lagi. Dia menyerahkan komando sepenuhnya kepada Kakorlantas Irjen Refdi Andri," kata Menhub di Jakarta Senin malam 3 Juni 2019.

"Tapi kita lihat apakah ada satu lonjakan, bisa saja ada yang ingin last minute (mudik), tiba-tiba naik, masih dimungkinkan Kakorlantas mengambil diskresi ditambah lagi," sambungnya. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini