M Hasan Chabibie bersama Ahmad Athoillah, Founder Santri Milennial di Denanyar Jombang. (Foto: Istimewa)
M Hasan Chabibie bersama Ahmad Athoillah, Founder Santri Milennial di Denanyar Jombang. (Foto: Istimewa)

Pemuda - Santri Berperan Besar dalam Perjuangan, Ini Faktanya

Ngopibareng.id Khazanah 02 November 2020 09:14 WIB

Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud M. Hasan Chabibie mengatakan, memaknai Hari Santri, Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Nasional, penting untuk memahami konteks perjuangan para kiai. Sebagai bukti para santri punya saham besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Peringatan Hari Santri, Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Nasional itu sebuah rangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Bahwa, pejuang kemerdekaan itu hampir semuanya pemuda. Dan dari kelompok pemuda itu, sebagian besar merupakan santri," kata Hasan Chabibie, dalam keterangan Senin 2 November 2020.

M. Hasan Chabibie, yang merupakan Plt. Ketua MATAN (Mahasiswa Ahlut Thariqah an-Nahdliyyah), menegaskan bahwa santri punya tanggungjawab untuk menjaga negara, mengawal perjuangan para kiai.

"Yakinlah, santri itu memiliki saham terhadap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah yang harus jadi pengangan kita semua, para santri, agar tidak kepaten obor, agar tidak terputus sejarah," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa santri harus memahami tanggungjawabnya.

"Jadi, ingatlah bahwa ini bukan negara orang lain, ini bukan punya si A, si B. Para santri, keluarga besar pesantren, warga Nahdliyyin di manapun berada, kita sama-sama memiliki saham terhadap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Hasan.

"Sehingga jika kemudian adik-adik semua melihat, banyak alumni pesantren yang berkiprah dalam konteks negara, maka ini hal wajar karena besutan atau didikan dari para kiai-kiai pesantren. Nah, wabil khusus di Jombang, yang merupakan basis pengetahuan pesantren dan pergerakan Nahdliyin," terang Hasan, dalam diskusi refleksi Hari Santri, Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Nasional di Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Minggu.

Sementara, Ahmad Athoillah, Founder Santri Milennial dan pengasuh di sebuah pesantren di Denanyar Jombang, menegaskan bahwa santri sekarang ini harus fokus belajar, sekaligus memahami konteks sejarah perjuangan. "Bagi santri sekarang yang sedang belajar, fokuslah mengaji, belajar dan berusahalah memahami sejarah. Penting sekali untuk memahami prosesnya, apa tujuan penting dari khidmah para santri," jelas Athoillah.

M. Athoillah, mengungkapkan bahwa pemahaman perjuangan para kiai sangat penting. "Jika kita memahami konteks perjuangan para kiai, sejak sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan hingga kini, maka kita bisa bergerak bersama. Karakter-karakter penting dari santri generasi awal hingga kini, bisa terkoneksi dan saling menyambung."

Diskusi ini dimoderatori oleh M. Rasyid, Sekretaris Umum MATAN, serta dihadiri ratusan santri pesantren Denanyar, Jombang Jawa Timur.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Jan 2021 03:33 WIB

Tuhan Menjami Rezekimu, Janganlah Ragu

Islam Sehari-hari

Disampaikan KH Husein Muhammad

20 Jan 2021 02:16 WIB

Islam dalam Cita dan Fakta, Begini Indahnya

Khazanah

Cita Islam merujuk pada Al-Quran dan Sunnah Nabi

20 Jan 2021 01:00 WIB

Mini Album Baru Solo Yunho TVXQ

ngopiK-pop

Yunho TVXQ merilis single Thank U dari mini album berjudul NOIR.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...