Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau cara kerja thermal scanner di Bandara Juanda. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Pemprov Jatim Siapkan Tiga Rumah Sakit untuk Karantina Corona

Jawa Timur 25 January 2020 07:05 WIB

Pemprov Jatim menyiapkan tiga rumah sakit yang menyediakan ruang isolasi permanen bila ada yang terjangkit virus corona.

"Sudah saya instruksikan tiga rumah sakit, untuk mengantisipasi virus corona," ucap Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Jumat 24 Januari 2020 sore.

Tiga rumah sakit yang disiapkan tersebut ialah RSUD Dr Soetomo di Surabaya, RSUP Dr Soedono Madiun dan RSUD Dr Saiful Anwar Malang.

Ruang isolasi tersebut disiapkan bila sewaktu-waktu ada warga di Jawa Timur yang menunjukkan gejala penyakit pneumonia seperti demam tinggi, batuk dan sesak nafas.

"Jadi kalau ada pasien yang terdeteksi indikasi terkena virus corona mereka bisa dibawa ke tiga rumah sakit ini," kata Khofifah

Khofifah menjelaskan, siang tadi, ia telah meninjau ruang isolasi sementara yang dikelola oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya (Health Quarantine) di terminal kedatangan internasional di T2 Juanda.

Khofifah memastikan, terminal kedatangan 2 Bandara Internasional Juanda, telah disediakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang.

Ada empat buah alat thermal scanner yang dioperasikan di Bandara Juanda. Selain dipasang di terminal kedatangan internasional juga dipasang di bagian kedatangan umroh.

Thermal scanner dipasang di terminal kedatangan ini semi permanen. Scanner bisa mendeteksi suhu tubuh manusia hingga jarak 10 meter.

Scanner dipasang menggantung di atas dan tidak tampak mencolok sehingga tidak menyebabkan orang takut atau insecure (merasa tidak aman).

Jika penumpang terdeteksi memiliki suhu tubuh lebih dari 37 derajat mereka akan terdeteksi dan alarm thermal scanner akan berbunyi.

Petugas yang standby mengoperasikan alat akan langsung melakukan penindakan dengan mengamankan orang tersebut.

"Kalau sudah terdeteksi maka ada ruang isolasi di sini, tapi isolasi yang di sini itu untuk transit sementara. Andai misalnya mereka yang terdeteksi memang membutuhkan langkah lanjutan, maka kita menyediakan ruang insolasi permanen di tiga rumah sakit yang disediakan pemprov," ujar Khofifah.

Untuk setiap penumpang dan awak pesawat yang datang dari Tiongkok, Singapura, Thailand diberi kartu pengawasan kesehatan. Kartu isian data diri itu harus diisi lengkap oleh para penumpang tersebut.

Tujuannya, jika ada penumpang yang baru saja bepergian dari luar negeri terkena virus namun tidak terdeteksi panas tubuhnya melalui thermal scanner lantaran masa inkubasi virus, datanya tersedia.

"Seluruh penerbangan dari Tiongkok, apakah dari Shanghai, Beijing atau Guangzhou, untuk kewaspadaan kita minta mereka mengisi kartu kewaspadaan kesehatan. Ini kan inkubasi dua hari, kalau di sini belum terdeteksi dan lalu demam, sementara mereka dari titik penyebaran maka mereka boleh report dan akan langsung dirawat," katanya.

Saat ini Pemprov Jawa Timur sudah melakukan koordinasi dengan seluruh layanan dan fasilitas kesehatan untuk melakukan proteksi dengan baik.

Sehingga masyarakat diminta untuk juga melakukan langkah proaktif. Jika ada keluarga, saudara maupun teman yang memiliki indikasi terjangkit virus corona agar segera melapor agar segera dilakukan penanganan.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 14:20 WIB

Golkar Ajukan Toni dan Gus Hans Jadi Wawali Machfud Arifin

Pilkada

Mereka direpresentasikan mewakili kaum milenial Surabaya

08 Jul 2020 14:03 WIB

Tagar MendikbudSalahUrus Ramai di Twitter, Begini Reaksi Warganet

Pendidikan

Tagar MendikbudSalahUrus sedang jadi trending topik

08 Jul 2020 13:59 WIB

Cerita Peserta UTBK Unair, Hasil Rapid Testnya Diubah Mendadak

Pendidikan

Peserta UTBK Unair bercerita jika hasil rapid tesnya diubah mendadak.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...