Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau UMKM yang ada di arena misi dagang di Dyandra, Surabaya, Kamis 24 September 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau UMKM yang ada di arena misi dagang di Dyandra, Surabaya, Kamis 24 September 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Pemprov Jatim Maksimalkan Misi Dagang Perkuat Ekonomi

Ngopibareng.id Ekonomi dan Bisnis 24 September 2020 17:40 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bersama dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur akan memaksimalkan program misi dagang dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, misi dagang ini diharapkan dapat membangun sinergitas dengan provinsi maupun stakeholder ekonomi di seluruh Indonesia. Sehingga, perputaran ekonomi akan berjalan dengan cepat, sekaligus dapat mengurangi impor barang dari luar negeri.

Khofifah mengatakan, misi dagang ini sangat penting karena penopang ekonomi daerah adalah dari perdagangan dari sektor UMKM. Tercatat, kontribusi UMKM sebesar 54 persen.

Ia mencontohkan, seperti halnya misi dagang sebelumnya dengan Kalimantan Barat, Sumatera Utara yang itu mereka memiliki potensi yang cukup besar seperti sawit. Namun, karena kurangnya informasi pupuk yang cocok untuk sawit kurang, sehingga daerah tersebut sering mengimport pupuk dari luar negeri.

“Misalnya hari ini misi dagang kita dengan Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku mereka punya potensi sawit. Maka nanti mereka akan datang ke sini bawa CPO, kita sediakan dolomitnya karena pupuknya butuh campuran dolomit yang itu kita punya,” kata Khofifah dalam misi dagang di Dyandra, Surabaya, Kamis 24 September 2020.

Khofifah meminta seluruh pelaku usaha yang ada di Jatim untuk menemukenali potensi yang ada di sini maupun di luar yang dapat disinergikan. Dengan cara ini, harapannya ekonomi bisa lebih cepat bergerak.

“Harapan kita antara triger dan buyer akan ketemu. Ini hanya pemantik, selanjutnya akan ketemu membangun transaksi berkelanjutan harpaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Dirut Bank Jatim, Busrul Iman menyampaikan, telah disiapkan dana PEN sebesar Rp4 triliun yang akan dibagikan kepada pelaku UMKM yang membutuhkan.

“Dana UMKM kita punya dana PEN Rp2 triliun yang diberi dalam dua kali atau total Rp4 triliun. Sampai saat ini sudah tersalurkan Rp1,6 triliun, sehinggam sudah 42 persen dari target kita sampai akhir Februari 2021 mendatang,” katanya.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Nov 2020 23:45 WIB

Khofifah Minta Kepala Daerah Percepat Realisasi Anggaran

Pemerintahan

Harap percepatan anggaran untuk tangani dampak Covid-19

30 Nov 2020 23:30 WIB

Pukuli Warga, 4 Polisi Prancis Diseret ke Pengadilan

Internasional

Mereka memukul warga kulit hitam pada 21 November lalu.

30 Nov 2020 23:10 WIB

Bagikan Beras saat Pilkada, Warga Jabar Dipenjara Tiga Tahun

Pilkada

Pelanggaran pilkada di Ciganjur.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...