Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Emmy Retnowati mengapresiasi layanan GrabProtect. (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Emmy Retnowati mengapresiasi layanan GrabProtect. (Foto: Dok. Pemprov Jatim)

Pemprov Jatim Didukung Ojek Online Proteksi Pandemi Covid-19

Ngopibareng.id Jawa Timur 11 December 2020 18:51 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendapat dukungan dari Grab, aplikasi serba bisa terdepan di Asia Tenggara, dalam menekan sebaran Covid-19. Sebanyak 7.000 armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect diluncurkan di 11 kabupaten dan kota, mulai dari ​Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Malang, Batu, Pasuruan, Kediri, Tulungagung, ​dan Banyuwangi​, pada Jumat 11 Desember 2020.

Layanan GrabProtect merupakan pembaruan standar keamanan dan kebersihan terbaik untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengemudi maupun masyarakat pengguna Grab selama perjalanan.

Seluruh armada GrabProtect dilengkapi dengan pelindung partisi plastik tebal dengan kualitas baik yang berfungsi untuk menurunkan resiko transmisi penyebaran virus melalui droplet, baik dari mitra pengemudi maupun penumpang. Armada GrabProtect juga dilengkapi dengan masker, ​hand sanitizer​, serta disinfektan kendaraan. Seluruh pengguna layanan Grab juga disarankan untuk menggunakan pembayaran non-tunai.

Halim Wijaya, Director of East Indonesia, Grab Indonesia menjelaskan dukungan Grab bagi pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19. “Di tengah pandemi, kesehatan dan keamanan selalu menjadi fokus utama Grab melalui berbagai upaya yang kami hadirkan melalui layanan kami.

Melalui GrabProtect, kami bangga dapat menjadi pelopor dalam peningkatan standar kebersihan di industri ​ride-hailing dan berharap dapat terus mendukung pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan guna menurunkan resiko penyebaran virus Covid-19. Layanan GrabProtect juga diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dengan cara yang aman di era tatanan hidup baru, serta mendorong roda perekonomian Jawa Timur,” jelasnya.

Pada September 2020 lalu, Grab menjadi aplikasi online pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi ​geofencing​, termasuk di Jawa Timur. Teknologi ini mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area sehingga bisa langsung menjaga jarak.

Mitra pengemudi yang berkerumun akan mendapatkan peringatan pesan teks atau ​pop-up melalui aplikasi mitra pengemudi. Selain di Jawa Timur, teknologi ​geofencing​ juga sudah diterapkan di puluhan kota di Indonesia.

“Sejalan dengan misi GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi dapat merasakan dampak positif dari pemanfaatan teknologi, meskipun di tengah pandemi. Dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keamanan, armada GrabProtect menjadi solusi agar masyarakat dan mitra kami dapat tetap bermobilisasi dan tetap produktif.

Di Jawa Timur, kami juga telah memperkenalkan layanan GrabMart dan GrabAsisstant untuk memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar. Semoga melalui berbagai inovasi yang terus kami hadirkan, kita bisa bersama melewati pandemi ini,” tutup Halim.

Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Emmy Retnowati mengapresiasi langkah Grab yang telah menghadirkan GrabProtect di Jawa Timur.

“Kami berterima kasih kepada Grab atas dukungannya terhadap pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19 melalui berbagai inovasi dan teknologi. Layanan GrabProtect ini sejalan dengan program pemerintah provinsi Jawa Timur dalam mengedepankan protokol kesehatan. Kami selalu mengimbau para pengendara dan penumpang transportasi umum untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan, serta segera mendatangi pusat kesehatan jika menderita gejala sakit.

Pihak swasta dan pemerintahan perlu bekerja sama dalam melaksanakan standar operasional penanggulangan Covid-19 di bidang perhubungan sesuai dengan kewenangan dan arahan Gubernur Jawa Timur. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman, tenang, dan nyaman kepada seluruh pengguna angkutan umum maupun online di Jawa Timur,” jelasnya.

GrabProtect hadir untuk memperkenalkan rutinitas dalam berkendara yang baru agar mitra pengemudi dan masyarakat dapat bermobilisasi dengan aman dan nyaman di tengah pandemi. Seluruh masyarakat Jawa Timur dapat menggunakan fitur GrabProtect, yaitu:

1. Teknologi deklarasi kesehatan online dan mask selfie

Fitur deklarasi kesehatan dan kebersihan online ini akan mengharuskan mitra pengemudi dan pengantaran, serta penumpang untuk memastikan mereka tidak menunjukkan gejala Covid-19 dan telah mematuhi langkah-langkah keamanan serta kebersihan yang diperlukan, sebelum mereka mulai mengemudi, mengantarkan pesanan, atau memesan kendaraan. Mitra pengemudi dan pengantaran juga diminta untuk mengambil ​selfie dengan menggunakan masker pada fitur ​mask selfie ​(pengecekan masker via ​selfie​) setelah melengkapi formulir deklarasi.

2. Protect Point untuk memastikan kendaraan mitra terjaga kebersihannya

10 ​Protect Point yang tersebar di beberapa area, memastikan armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect selalu terjaga kebersihannya melalui  sanitasi secara berkala. 

3. Melengkapi kendaraan dengan partisi plastik dan peralatan kebersihan

​Armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect dilengkapi dengan partisi plastik tebal dengan kualitas baik sebagai pemisah untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan mitra pengemudi. Grab juga akan mendistribusikan peralatan kebersihan Covid-kit yang terdiri dari ​hand sanitizer, desinfektan kendaraan, dan juga masker untuk mitra pengemudi.

4. Penumpang dan Mitra Pengemudi dapat membatalkan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi

​Mitra pengemudi dan mitra pengiriman Grab diwajibkan untuk menggunakan masker setiap kali melakukan perjalanan dengan platform Grab. Kebijakan yang sama akan berlaku untuk penumpang. Jika ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra pengemudi dan penumpang dapat membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai, dengan memilih "pengemudi/penumpang tidak memakai masker” sebagai alasan pembatalan.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2021 18:07 WIB

Gagas Dana Abadi untuk Kemanusiaan, Ini Strategi Muhammadiyah

Khazanah

Penjelasan Ketua PP LazisMu, Hilman Latief

25 Feb 2021 18:06 WIB

Tahun Ini Pemerintah Mengalokasikan Rp52,5 Triliun Dana BOS

Nasional

Kebijakan ini mengikuti kebutuhan daerah masing-masing.

25 Feb 2021 17:31 WIB

Propam Polri Perketat Anggotanya Soal Mabuk, Narkoba dan Senpi

Nasional

Pasca kejadian penembakan polisi mabuk yang menewaskan tiga orang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...