Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Pemkot: PSBB Jadi Masa Transisi Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata

Surabaya 30 May 2020 02:38 WIB

Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana menilai jika masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III di wilayah Surabaya Raya, bisa menjadi masa transisi menuju era new normal atau kenormalan baru.

Sebab, selain berupaya menekan jumlah penderita covid-19, Pemkot Surabaya juga berusaha memikirkan cara mengembalikan kebangkitan dunia ekonomi dan pariwisata di Kota Pahlawan.

"Ini adalah masa di mana sektor jasa dan hospitality seperti restoran, hotel, dan lainnya, bisa mempersiapkan diri untuk menerapkan sistem protokol menghadapi era new normal," kata Whisnu kepada Ngopibareng.id, Jumat 29 Mei 2020 malam hari di Balaikota Surabaya.

Whisnu mengatakan bahwa usaha pariwisata, hotel, dan restoran menjadi penyumbang separuh dari pendapatan daerah di Kota Surabaya. Nilainya sebesar Rp 8,7 triliun. Jumlah ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 5,38 triliun, Pendapatan Transfer Rp 3,10 triliun, dan Pendapatan yang Sah Rp 278 miliar.

Maka dari itu, Pemkot berusaha untuk membangitkan industri tersebut. Salah satunya dengan mengupayakan gerakan ekonomi sektor bawah.

Ia berharap adanya bantuan dari berbagai sektor untuk bergotong-royong, sama-sama membangkitkan kembali ekonomi selepas pandemi.

"Kami memulai dari bawah. Nanti lama-lama kalu sudah bisa kembali, akan merambat ke yang lebih tinggi. Kami juga berharap ada masukan dari berbagai pihak,” katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Jul 2020 06:59 WIB

Napoli Vs AC Milan: Penalti Kessie Selamatkan Milan

Liga Italy

Napoli Vs AC Milan berbagi poin di San Paolo.

13 Jul 2020 06:49 WIB

Gus Kamil, Pewaris Jalan Politik Kiai Maimoen Zubair

Tokoh

Sebagai Ketua DPRD Rembang, tetap mengajar di Pesantren Al-Anwar

13 Jul 2020 06:46 WIB

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Internasional

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman disebut sebagai tersangka utama.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...