Kadishub Kota Malang, Handi Priyanto saat ditemui di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)
Kadishub Kota Malang, Handi Priyanto saat ditemui di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

Pemkot Malang Antisipasi Adanya Klaster Liburan saat Cuti Bersama

Ngopibareng.id Jawa Timur 26 October 2020 11:42 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengantisipasi potensi munculnya klaster liburan sebagai media penularan Covid-19, menyusul adanya cuti bersama pada 28 Oktober 2020, hingga lima hari ke depan, atau 1 November mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto menuturkan pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah adanya klaster liburan.

"Di liburan panjang ini, kami prediksi banyak dimanfaatkan oleh warga untuk liburan. Kami berharap agar nanti tidak muncul klaster liburan," tutur Kadishub Kota Malang, Handi Priyanto, pada Senin 26 Oktober 2020.

Kemenhub, lanjut Handi, menjadikan Kota Malang menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian selain Yogyakarta dan Bandung agar bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Salah satu langkah pengendalian Covid-19 yang akan dilakukan oleh Pemkot Malang yakni memperketat protokol kesehatan di stasiun dan terminal.

"Kami sudah mengecek protokol kesehatan di stasiun dan terminal, seperti adanya alat thermo gun, penyediaan cuci tangan serta mewajibkan pengunjung memakai masker," tuturnya.

Handi menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk bersama-sama menempatkan personelnya di titik-titik kedatangan wisatawan ke Kota Malang. "Agar tidak terjadi lonjakan Covid-19 saat liburan. Kami juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk sama-sama berjaga," katanya.

Handi menambahkan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di dalam Kota Malang nanti. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga Tol Pandaan-Malang. Hal ini berkaitan dengan pengalihan arus lalu lintas kedua exit tol sekitar Kota Malang, yaitu Exit Tol Pakis dan Madyopuro. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ramainya kedatangan kendaraan dari Exit Tol Singosari.

"Potensi penumpukan pasti di Exit Tol Singosari karena sebagian besar tujuan ke Kota Batu, jadi kami arahkan kedua exit tol tadi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan," tutupnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Nov 2020 03:07 WIB

Jangan Diam atas Kejahatan, Kata Sayidina Ali bin Abi Thalib

Islam Sehari-hari

Tindakan dan aksi-aksi anti-kemanusiaan tak dibenarkan agama apa pun

29 Nov 2020 02:30 WIB

Di Masa Pandemi Muhammadiyah Hadir Memberi Solusi, Ini Faktanya

Khazanah

Kesibukan harus dilakukan jika umat dan bangsa ingin maju

29 Nov 2020 01:42 WIB

Para Sufi Mencari Tuhan, dari Rumi hingga Hamzah Fansuri

Khazanah

Tuhan itu dekat di hati setiap mukmin

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...