Walikota Malang, Sutiaji, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

Pemkot Malang akan Simulasi Belajar Tatap Muka Minggu Depan

05 Aug 2020 16:08

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan melakukan simulasi persiapan masuk sekolah secara tatap muka di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada minggu depan.

"Insha Allah, minggu depan untuk SD dan SMP, untuk simulasi (persiapan belajar secara tatap muka)," ujar Walikota Malang, Sutiaji pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Terkait persiapan simulasi pembelajaran secara tatap muka tersebut, Sutiaji menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk penyusunan protokol kesehatannya.

"Nanti kita siapkan prtotapnya kalau pembelajaran di jenjang SMP seperti apa, di jenjang SD bagaimana. Sehingga jika sewaktu-waktu di Kota Malang diminta pembelajaran tatap muka, kita sudah siap," katanya.

Sutiaji meminta Disdikbud Kota Malang untuk menyiapkan satu SD dan SMP di masing-masing kecamatan di Kota Malang untuk dijadikan sebagai pilot project pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

"Nanti per kecamatan satu sekolah. Meskipun sebenarnya saya yakin sekolah sudah siap semua. Karena meskipun tidak ada proses pembelajaran di sekolah, setiap minggu sekolah itu rutin disemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran covid-19," terangnya.

Secara umum, Sutiaji meminta dalam penerapannya nanti, ia merekomendasikan agar tiap kelas memiliki jadwal belajar agar tidak masuk secara bersamaan.

"Semisal hari pertama itu kelas 6, lalu hari kedua kelas 5. Masuknya nanti separuh-separuh," jelasnya.

Namun terkait dengan kapan sekolah di Kota Malang akan masuk belajar secara tatap muka, Sutiaji masih belum bisa memastikan kapan.

"Masih belum tahu (kapan masuk). Kami kan hanya menyiapkan saja," tuturnya.

Sembari menunggu tanggal pasti masuk sekolah, Sutiaji juga sudah menginstruksikan Disdikbud Kota Malang untuk melakukan realokasi anggaran.

Realokasi anggaran tersebut berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialihkan untuk pembelian paket internet selama masa pembelajaran daring masih berlangsung.

"Besarannya, sekitar Rp 50 ribu per orang, bagi siswa SD maupun SMP. Sehingga, bisa membantu anak-anak untuk belajar di rumah," tutupnya.