Pemkab Pasuruan Gelar Festival Mangga Alpukat

04 Nov 2019 12:10 Ngopibareng Pasuruan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar Festival Mangga Alpukat, di Packing House Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.

Festival yang bertag line "Mangga Puter Bikin Pinter" tersebut dibuka Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron. Hadir dalam mendampingi wakil bupati, Ketua DPRD Sudiono Fauzan, Sekda Agus Sutiadji, dan sejumlah OPD.

Agung Mariyono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, tujuan dilaksanakannya Festival Mangga Alpukat adalah untuk mempromosikan mangga alpukat sebagai produk unggulan Kabupaten Pasuruan. Di samping itu, menjadikan kecamatan Rembang sebagai sentra agrowisata mangga alpukat yang bisa dikenal oleh masyarakat luas.

"Kita juga akan terus menjadikan festival mangga alpukat ini sebagai calender of event tetap Pemkab Pasuruan. Kita gelar setiap panen raya. Antara akhir bulan oktober sampai akhir nopember adalah puncak panen raya mangga alpukat," katanya, Senin, 4 November 2019.

Ditambahkan Agung, festival mangga alpukat digelar selama dua hari berturut-turut, yakni mulai 02-03 Nopember 2019. Ada 20 stan penjual mangga yang berasal dari anggota Asosiasi Petani Mangga dari kecamatan Rembang dan sekitarnya. Dimana 80 persen menjual mangga alpukat, dan sisanya mangga manalagi, gandik, lalijiwo dan mangga garifta.

"Terkadang pembeli ingin variasi, jadi kami silahkan para penjual untuk tak hanya membawa mangga alpukat saja, melainkan juga jenis mangga yang lain," katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Yetty Purwaningsih menjelaskan, potensi penyebaran mangga klonal 21 terbagi 3 wilayah, yakni kecamatan Rembang, Wonorejo dan Sukorejo. Kawasan tanaman mangga gadung klonal 21 di Kabupaten Pasuruan mulai berkembang sejak tahun 1994 melalui program Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu.

"Sekarang berkembang lebih dari 2500 hektar dengan jumlah tanaman lebih dari 500 ribu pohon yang didukung dengan pusat pemasaran lokal, regional dan nasional. Pendekatan pengembangan agribis tanaman hortikultura mangga gadung klonal 21, berbasis kawasan, dengan harapan lebih efektif dalam pengembangan wilayah, sarana dan prasarana, cakupan areal yang lebih luas dalam rangka peningkatan produksi, produktivitas serta kualitas produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani," kata Yetty.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mempopulerkan Mangga Alpukat dengan tagline "Mangga Puter Bikin Pinter". Mengingat saat ini banyak produk di luar Kabupaten Pasuruan yang telah menggunakan branding Mangga Alpukat.

"Hal ini jangan sampai kita biarkan, sehingga akan membiaskan produk mangga alpukat dari Kecamatan Rembang," katanya.

Untuk meningkatkan pendapatan para petani mangga, Pemkab Pasuruan kata Gus Mujib- sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron akan melakukan berbagai promosi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Salah satunya adalah kedatangan komunitas pecinta mobil touring dari Surabaya yang dikemas dalam kegiatan Bromo Rally Fun Tour. Para peserta touring tersebut akan finish di tempat acara Festival Mangga, Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.

"Dengan kegiatan ini, harapannya adalah mangga alpukat semakin dikenal luas oleh masyarakat di luar Kabupaten Pasuruan," katanya.

Gus Mujib mengimbau kepada semua pihak, untuk sama-sama menjaga kualitas produk mangga alpukat, agar para wisatawan yang datang ke Kabupaten Pasuruan akan senantiasa rindu dan ingin datang kembali untuk melakukan perjalanan wisata mereka.

"Mulai dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), pemerintah daerah, asosiasi petani mangga sampai masyarakat dan dunia usaha harus sama-sama ikut menjaga mangga ini supaya lekat terus menjadi ikon buah khas Kabupaten Pasuruan," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)