Pemerintah Mudahkan Milenial, ASN, TNI dan Polri Miliki Rumah

11 Dec 2018 03:59 Nasional

Kemudahan memiliki rumah akan diberikan pemerintah untuk milenial, aparatur sipil negara, TNI dan Polri. Saat ini, pemerintah sedang merumuskan skema anyar untuk pembiayaan perumahan bagi mereka. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Senin, 10 Desember 2018.
Skema baru tersebut saat ini tengah dibahas oleh Kementerian PUPR bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, implementasi skema ini akan mulai dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.
"Kami siapkan skema baru agar para milenial mudah memiliki rumah. Jangan terlena dengan apa yang Anda dapatkan sekarang karena nilai uang akan menurun. Segera miliki rumah,” pesan Menteri Basuki di hadapan para milenial pada acara Ulang Tahun Bank BTN ke-42 yang bertajuk “Spirit of KPR BTN - Growing with Millenials”, di Jakarta, Senin 10 Desember 2018.
Menteri Basuki menjelaskan bahwa skema fasilitas pembiayaan perumahan bagi para milenial akan dimasukkan dalam skema bantuan pembiayaan perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri yang selama ini tidak bisa memanfaatkan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) karena adanya batasan maksimal penghasilan sebesar Rp 4-7 juta per bulannya, sehingga harus menggunakan KPR komersial.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Foto Media Kementrian PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Media Kementrian PUPR)

Maka itulah, skema baru nantinya tidak akan dibatasi besaran penghasilannya, suku bunga yang dikenakan di bawah 5 persen, uang muka 1 persen dan bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta. Terkait harga rumah agar senantiasa terjangkau, Menteri Basuki mengatakan akan memanfaatkan tanah pemerintah sebagai solusi, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi para milenial, ASN, TNI, dan Polri serta karyawan BUMN. Harga tanah terutama di kawasan perkotaan menjadi komponen penentu harga rumah yang terbesar.

"Jangan sampai pada saat  pensiun, para milenial sekarang termasuk ASN, anggota TNI/Polri dan karyawan BUMN, nantinya masih belum juga memiliki rumah," kata Menteri Basuki 

Dalam sambutannya, Menteri Basuki juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank BTN yang telah berusia 42 tahun dan senantiasa bekerjasama dengan sangat baik dengan Kementerian PUPR dalam penyaluran KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia menyatakan, hal tersebut turut berkontribusi pada keberhasilan Program Satu Juta Rumah dimana tahun 2018 mencapai 1.041.323 unit atau melebihi target. Capaian di atas 1 juta rumah adalah untuk pertama kalinya sejak program ini dicanangkan Presiden Joko Widodo tahun 2015.

Salah satu perumahan rakyat yang dibangun pemerintah melalui Kementrian PUPR Foto Media Kementrian PUPR
Salah satu perumahan rakyat yang dibangun pemerintah melalui Kementrian PUPR. (Foto: Media Kementrian PUPR)

Maka itulah, skema baru nantinya tidak akan dibatasi besaran penghasilannya, suku bunga yang dikenakan di bawah 5 persen, uang muka 1 persen dan bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta. Terkait harga rumah agar senantiasa terjangkau, Menteri Basuki mengatakan akan memanfaatkan tanah pemerintah sebagai solusi, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi para milenial, ASN, TNI, dan Polri serta karyawan BUMN. Harga tanah terutama di kawasan perkotaan menjadi komponen penentu harga rumah yang terbesar.

"Jangan sampai pada saat  pensiun, para milenial sekarang termasuk ASN, anggota TNI/Polri dan karyawan BUMN, nantinya masih belum juga memiliki rumah," kata Menteri Basuki 

Dalam sambutannya, Menteri Basuki juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank BTN yang telah berusia 42 tahun dan senantiasa bekerjasama dengan sangat baik dengan Kementerian PUPR dalam penyaluran KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia menyatakan, hal tersebut turut berkontribusi pada keberhasilan Program Satu Juta Rumah dimana tahun 2018 mencapai 1.041.323 unit atau melebihi target. Capaian di atas 1 juta rumah adalah untuk pertama kalinya sejak program ini dicanangkan Presiden Joko Widodo tahun 2015.

Penulis : Rizal A


Bagikan artikel ini