Rock  Melon. (Foto: The Australian)
Rock Melon. (Foto: The Australian)

Pemerintah Gercep Cegah Rockmelon Berbakteri Masuk Indonesia

Ngopibareng.id Kesehatan 07 March 2018 21:42 WIB

Pemerintah merespon cepat kejadian luar biasa buah rock melon (Cantaloupe) Australia yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

Menteri Pertanian (Mentan), gerak cepat menerbitkan keputusan untuk mencegah masuknya rock melon itu ke wilayah Indonesia.

Keputusan Mentan tersebut tertuang dalam surat Nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang Penutupan Pemasukan Rock Melon (Cantaloupe) dari Negara Australia ke dalam Wilayah Republik Indonesia.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Banun Harpini mengatakan, Menteri Pertanian memberi atensi khusus terhadap kasus ini. "Menteri Pertanian sangat peduli untuk mencegah kejadian ini di Indonesia," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima, Rabu, 7, Maret 2018.

Keputusan itu sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen buah-buahan di Indonesia, dan mengantisipasi terjadinya kejadian serupa di Indonesia.

Banun menguraikan, ada beberapa hal yang menjadi poin utama dalam keputusan ini, antara lain:

1. Penutupan pemasukan rock melon (cantaloupe) yang berasal dari Negara Australia ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

2. Penutupan Pemasukan diberlakukan terhadap rockmelon (cantaloupe) yang dikirim dari Negara Australia sejak tanggal 3 Maret 2018.

3. Pengiriman sebagaimana diatas baik dilakukan secara langsung maupun transit di negara lain dibuktikan dengan Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB) dan Cargo Manifest.

4. Pemasukan rockmelon (cantaloupe) ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang dikirim dari Negara Australia sejak tangga] 3 Maret 2018 dilakukan tindakan penolakan dan/atau pemusnahan.

5. Tindakan penolakan dan/atau pemusnahan sebagaimana dimaksud dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Karantina tumbuhan.

Pada dasarnya buah rock melon asal Australia ini belum pernah masuk ke Indonesia. Berdasar data sistem informasi Karantina Pertanian, belum pernah mencatat adanya pemasukan buah ini sejak 2017, sehingga Kementan mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik atau resah.

"Buah melon yang beredar di pasaran saat ini murni buah lokal dari petani Indonesia, dan Kementan menjamin buah tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tegas Banun.

Kementan terus mewaspadai dan melakukan pengawasan terhadap pemasukan buah impor secara intensif, baik yang melalui bandara, pelabuhan dan perbatasan negara.

Upaya itu, lanjutnya, dilakukan dengan menggerakkan seluruh kemampuan Barantan, baik operasional pengawasan di lapangan maupun laboratorium pengujian.

“Laboratorium kita siap menguji bila diperlukan pengujian," imbuhnya.

Dia menambahkan, apabila ditemui buah melon eks impor ini masuk melalui negara tetangga, Singapura dan Malaysia, petugas karantina akan menolak dan memusnahkan di tempat.

Banun mengharapkan kerja sama dan peran serta masyarakat untuk berbagi informasi. Dia juga mengimbau agar tidak membawa buah tersebut, baik bentuk utuh maupun potongan, masuk ke wilayah Indonesia.

“Kami harapkan masyarakat bekerja sama dengan baik, utamanya bila petugas karantina harus melakukan tindakan tegas di border kita, seperti memusnahkan buahnya ke dalam quarantine bin,” pungkasnya. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Jan 2021 10:50 WIB

Kasus Meninggal Usai Vaksin Meningkat, Pemerintah Norwegia Risau

Internasional

Korban adalah lansia dengan usia di atas 75 tahun.

14 Jan 2021 23:05 WIB

Joe, Merpati Balap asal Amerika Kini Diburu Pemerintah Australia

Human Interest

Joe diduga berisiko menularkan berbagai virus asal Ameika Serikat.

08 Jan 2021 14:20 WIB

Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Ini Komentar Warga Australia

Nasional

Korban Bom Bali 2002 masih khawatir kemungkinan munculnya aksi terorisme .

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...