Dari kiri ke kanan: Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara, BKF Rofyanto Kurniawan, Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha, DJBC M. Sutartib, Kabid Kebijakan Kepabeanan dan Cukai Nasrudin Joko Surjono, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF Adriyanto, dan Ketua Umum Asosiasi Masyarakat & Industri Hijau Indonesia (AMIHN) Tommy Tjiptadjaja, dalam diskusi mengenai cukai kantong plastik di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 12 Juli 2019 (Foto: Antara/Fathur Rochman)

Pemerintah Akan Terapkan Cukai Kantong Plastik

Ekonomi dan Bisnis 12 July 2019 15:31 WIB

Kemenkeu Akan Terapkan Cukai Untuk kantong plastik

Pemerintah akan menerapkan cukai untuk kantong plastik. Namun penerapan cuka untuk kantong plastik tujuannya bukan untuk pendapatan negara, melainkan kelestarian lingkingan.

Kementerian keuangan menyebut potensi penerimaan yang diperoleh pemerintah dari pengenaan cukai pada kantong plastik sebesar Rp500 miliar, merujuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

"Jadi kalau kita lihat kemarin di APBN 2019 sebenarnya proyeksi penerimaan cukai kantong plastik Rp500 miliar," ujar Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nasrudin Joko Surjono di Jakarta, Jumat.

Nasrudin mengatakan angka tersebut tergolong sangat kecil bila dibandingkan dengan penerimaan cukai keseluruhan yang mencapai Rp150 triliun.

Namun demikian, Nasrudin menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi kendala, karena tujuan Pemerintah menerapkan cukai pada kantong plastik bukan berorientasi pada penerimaan, melainkan kepada pengendalian peredaran kantong plastik.

"Ini sebagai kontribusi bahwa dari sisi Kementerian Keuangan, bukan dalam sisi untuk menaikkan penerimaan, tetapi sebagai instrumen untuk mengendalikan kantong plastik," ujar Nasrudin.

Nasrudin mengatakan selama ini kantong plastik tidak memiliki nilai berarti di pasaran, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh benda tersebut secara cuma-cuma.

Dengan adanya pengenaan cukai tersebut, secara otomatis nilai kantong plastik akan naik. Hal itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang membuat masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik.

Dia melanjutkan penerimaan yang nantinya didapat pemerintah dari cukai kantong plastik itu akan dialokasikan untuk pengelolaan kebijakan berbasis lingkungan lainnya, seperti pengelolaan sampah.

Hal tersebut saat ini masih dalam proses pembahasaan dengan instansi-instansi terkait agar penerapannya dapat berjalan secara berkesinambungan.

"Jadi kami tekankan sekali lagi kita bukan untuk mencari revenue, tapi ini sebagai instrumen untuk pengendalian produksi plastik kita yang makin besar produksinya setiap tahun," ujar Nasrudin.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Aug 2020 15:30 WIB

Tahun 2021, KPPBC Malang Bentuk Kawasan Industri Hasil Tembakau

Jawa Timur

Kawasan Industri Hasil Tembakau Malang untuk kurangi rokok ilegal.

25 Aug 2020 12:57 WIB

Dua Juta Batang Rokok Illegal di Malang Dimusnahkan

Jawa Timur

Kerugian negara ditaksir Rp1,5 miliar lebih.

04 Aug 2020 20:27 WIB

Bea Cukai Malang Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Jawa Timur

Amankan rokok ilegal hasil penindakan di 6 kecamatan di Kabupaten Malang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...