Beruang madu (Helarctos malayanus) (Foto: Antara)
Beruang madu (Helarctos malayanus) (Foto: Antara)

Pembunuh Empat Ekor Beruang Madu Ditangkap

Ngopibareng.id Nasional 03 April 2018 10:07 WIB

Polres Kabupaten Indragiri Hilir, Riau menangkap empat orang terduga pelaku pembunuh empat ekor beruang madu yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

Empat orang terduga masing-masing berinisial FS, (33), warga Parit 10 Desa Mumpa Kecamatan Tempuling; JS, (51), warga Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling; GS (34), warga Parit 1 Desa Mumpa Kecamatan Tempuling; dan JPDS (39), warga Desa Karya Tunas Jaya Kecamatan Tempuling. Semuanya adalah petani.

Kepala Polres Inhil, AKBP Christian Rony mengungkapkan pembunuhan satwa liar yang dilindungi itu terjadi pada hari Sabtu akhir pekan lalu, sekira pukul 10.00 WIB.

"Informasi itu kita dapatkan dari Bareskrim Polri tentang adanya sebuah video penangkapan dan pembunuhan beruang madu yang diduga terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir," ucap Kapolres Chrstian Rony, Senin malam.

Saat tim dari personel Polres Inhil bersama Petugas Balai Gakkum LHK Sumatera Pekanbaru Safri M.S dan Polhut BBKSDA Rengat Zulkifli melakukan penyelidikan, kejadian yang viral di sosial media memang benar adanya. Hal ini terbukti dengan ditemukannya barang bukti berupa kulit beruang madu, daging dan empedu meruang madu serta tali nilon yang digunakan untuk menjerat hewan liar tersebut.

Pengakuan para terduga pelaku, niat awal mereka adalah memasang jerat babi. Ketika kemudian yang terjerat adalah beruang madu, timbul niat para terduga pelaku untuk memotong satwa liar tersebut, dan dagingnya lantas dibagi-bagikan untuk konsumsi pribadi.

Ia juga mengaku, saat terjerat, beruang madu tidak langsung dibunuh. Ia sempat dibawa dan diikat di salah satu rumah diduga pelaku. Karena merasa terancam dengan kondisi beruang madu yang tampak mengganas, akhirnya terduga pelaku menembak beruang madu tersebut dengan tiga kali tembakan.

Terhadap para terduga pelaku, akan dijerat dengan UU 5/1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan sanksi adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Juta Rupiah.

"Kasus ini akan terus dikembangkan untuk menentukan peran dari masing masing terduga pelaku", demikian Kapolres. (ant) 

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Nov 2020 14:45 WIB

Bakar Istrinya, Laki-laki Prancis Dipenjara 25 Tahun

Kriminalitas

Kasus kekerasan dalam rumah tangga di Prancis.

21 Nov 2020 22:00 WIB

Tak Terima Mantan Istri Nikah Lagi, Adiknya MaIah Ikut Dipenjara

Kriminalitas

Pelaku ditangkap polisi karena terlibat penganiayaan.

12 Nov 2020 14:03 WIB

Rekonstruksi, Begini Detik-detik Kasus Pembunuhan Di Wongsorejo

Kriminalitas

Korban tewas dengan 11 tusukan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...