Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memberi aba-aba agar kendaraan yang melintas di dalam bilik penyemprotan disinfektan untuk menghentikan kendaraannya sebentar. (Foto: Erfan Hazransyah/Ngopibareng.id)

Pembatasan Moda Transportasi Saat PSBB Surabaya

Surabaya 27 April 2020 15:15 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Selasa, 28 April-11 Mei 2020. Penerapan PSBB ini termasuk dalam PSBB Surabaya Raya yang juga berlaku di sebagian Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.

Seperti diketahui, PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu dan pergerakan penduduk dalam suatu wilayah yang bertujuan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Perwali 16/2020 yang sudah ditandatangani Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, pada 24 April 2020 itu berisi beberapa poin penting dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Surabaya.

Selain itu, berisi tentang pedoman PSBB di Kota Pahlawan yang mengatur pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Pembatasan moda transportasi selama PSBB juga diatur dalam Pergub Jatim Nomor 18 Tahun 2020, Perbup Sidoarjo Nomor 31 Tahun 2020, dan Perbup Gresik Nomor 12 Tahun 2020.

Pembatasan Moda Transportasi Saat PSBB Surabaya Raya

Semua kegiatan orang dan barang dihentikan sementara. Kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok, kegiatan lain khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan, serta kegiatan yang diperbolehkan selama pemberlakuan PSBB.

Mobil Pribadi

- Hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan aktivitas yang diperbolehkan selama PSBB

- Menyemprot disinfektan kendaraan setelah digunakan

- Pakai masker di dalam kendaraan

- Maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan

- Tidak berkendara jika suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare, dan sesak nafas.

Sepeda Motor

- Hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan aktivitas yang diperbolehkan selama PSBB

- Menyemprot disinfektan kendaraan dan helm setelah selesai digunakan

- Pakai masker dan sarung tangan

- Tidak berkendara jika suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare, dan sesak nafas

- Tidak mengangkut penumpang atau berboncengan

Ojek Online:

Tidak boleh mengangkut penumpang, hanya untuk pengangkutan barang atau makanan.

Angkutan Umum

- Dibatasi jumlah orang paling banyak 50 persen dari kapasitas angkutan.

- Menerapkan jaga jarak fisik baik saat antre dan di dalam angkutan

- Membatasi jam operasional dan kawasan tertentu sesuai pengaturan dari pemerintah provinsi dan instansi terkait

- Menyemprot disinfektan moda transportasi yang digunakan secara berkala

- Menggunakan masker dan sarung tangan

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 21:30 WIB

Operasi Yustisi Jawa Timur, Satu Orang Dipenjara

Jawa Timur

19.385 masyarakat yang terjaring dalam operasi ini.

29 Sep 2020 21:15 WIB

Pemulihan Ekonomi 2021, Pemkot Malang Kaji Pembangunan LRT

Jawa Timur

Panjang trase capai 35 kilometer.

29 Sep 2020 21:05 WIB

Jemput Pasien Positif, Satgas Probolinggo Dihadang Ratusan Warga

Jawa Timur

Perempuan baru saja melahirkan positif Covid-19 hasil swab.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...