Pembagian wedang uwuh gratis di salah satu angkringan Jalan Jembatan Merah (Foto: Rizqi Mutqiyyah/Ngopibareng.id)

Harga Rempah Melonjak, Kusnan Berhenti Bagikan Wedang Gratis

Surabaya 26 March 2020 16:55 WIB

Penjual angkringan di Jalan Jembatan Merah Surabaya, Kusnan Hadi berhenti membagikan wedang uwuh gratis. Ia memberitahukan hal berhentinya aksi sukarelanya itu melalui akun Facebook dan Whatsappnya.

Ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp, Kusnan mengaku berhenti memberikan wedang uwuh karena rempah yang langka dan harganya melonjak dua kali lipat. Rempah yang dimaksud seperti jahe emprit, jahe mereha, serai, kayu manis, cengkeh, dan bunga pala. Selain itu, ada pula adas, bunga sisir, kayu secang dan gula batu.

“Jahe emprit sudah langka, dan jahe merah hampir tidak ada. Kapulogo harga mulanya Rp12 ribu pada 22 Maret 2020. Sekarang melonjak jadi Rp27 ribu, pun sama dengan rempah yang lain” katanya pada Kamis 26 Maret 2020.

Kusnan mengaku belum menentukan, kapan aksi donasi pribadinya akan dilanjutkan. Dia menunggu harga rempah di pasar stabil. Kusnan pun mengaku bersedih karena tidak bisa berbagi lagi.

“Saya sangat menyesal, saya merasa banyak kehilang momen berbagi. Banyak yang tanya kapan bisa dibagikan gratis lagi wedangnya, saya tidak bisa jawab. Saya lihat harga di pasaran dan menunggu rempahnya stabil” tutupnya.

Kegiatan membagikan wedang uwuh ini sudah dimulai sejak 19 Maret 2020. Pengunjung bisa mendapatkan gratis baik diminum di tempat atau dibawa pulang. Pembagian gratis ini berdasarkan inisiasinya sendiri dan dari dana pribadi.

Terlebih, pria yang sempat viral itu berharap semoga yang memborong rempah digunakan untuk membantu warga.

Sebelumnya Kusnan Hadi viral atas kasus kemenangannya pada judicial review melawan kenaikan tariff BPJS. Dia juga dikenal setelah membagikan wedang uwuh gratis untuk warga Surabaya. Ia juga mengajukan surat terbuka mengkritik donasi dua jaringan supermarket raksasa di Indonesia, pada 23 Maret 2020, di mana Kusnan mengetuk jaringan swalayan itu untuk berdonasi masker karena sering memungut uang kembalian konsumennya dengan embel-embel untuk disumbangkan.

Penulis : Rizqi Mutqiyyah

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Apr 2020 02:16 WIB

Penyimpan Data di Komputer, Ini Beda HDD dan SSD

Komputer & Laptop

Mengenal evolusi teknologi penyimpan data di komputer.

09 Apr 2020 15:22 WIB

Pemkot Surabaya Keberatan Dengan Kata 'Ditimbun'

Surabaya

Pemkot melayangkan surat keberatan kepada redaksi Ngopibareng.id.

09 Apr 2020 13:12 WIB

Jadwal Ibadah Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah Live

Nasional

Keuskupan Agung Jakarta menyiapkan serangkaian peribadatan dari rumah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.