Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Presiden Jokowi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi bom gereja di Surabaya.

Serangan Bom Gereja di SurabayaPembagian Peran Keluarga Pengebom Gereja Surabaya

13 May 2018 20:05

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Pelaku penyerang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna diduga kuat adalah sosok ayah dalam keluarga ini. Sebelum menyerang, sosok berinisial D ini menurunkan istri yang berinisial PK dan anaknya di dekat gereja GKI Diponegoro. “Sebelumnya dia drop istri dan dua anak perempuan,” tutur Tito.

D kemudian menyerang gereja GPPS Arjuna. Di waktu berdekatan si istri dan dua anak perempuannya juga menyerang DGKI Diponegoro.

Masih dalam waktu yang juga berdekatan, terjadi serangan teror ke Gereja Santa Maria Tak Bercela. Pelaku serangan di gereja terakhir ini adalah dua anak laki-laki dari pasangan D dan PK.

“Untuk gereja Santa Maria diserang oleh dua sosok yang diduga merupakan anak laki-laki dari D dan PK,” kata Tito.

Tito juga mengatakan para teroris yang terlibat di Surabaya adalah orang yang terlatih. Mereka dapat menghindari kejaran intelijen.

“Mereka ini terlatih, mereka mampu menghindari deteksi intelijen, mereka mampu menghindari komunikasi,” ucap Tito.

Meski demikian, Tito berjanji akan tetap menangkap jaringan teroris hingga ke akar-akarnya. Tito menambahkan, Presiden Jokowi menginstruksikan Polri, TNI, dan BIN untuk menangkap para teroris.

“Presiden meminta Polri,TNI dan BIN operasi bersama melakukan penangkapan-penangkapan terhadap sel-sel teroris,” ungkap Tito.