Skuad PSS Sleman. (Foto: Instagram @pssleman)

Pemain Persib Bandung Positif Corona, PSS Sleman Tes Corona Ulang

Liga Indonesia 28 March 2020 01:20 WIB

Satu pemain Persib Bandung yang belum diumumkan namanya, positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Pihak Persib Bandung mengumumkan satu pemainnya positif virus corona pada Jumat, 27 Maret 2020 malam.

Jika mengikuti masa inkubasi Covid-19 selama 14 hari, artinya laga Persib vs PSS Sleman di Liga 1 2020 pekan ketiga perlu menjadi hal yang harus diwaspadai. Sebab, jarak antara pengumuman dengan laga tersebut berkisar 12 hari. Artinya, masih masuk dalam masa inkubasi virus corona.

Koordinasi itu tentunya guna melacak dengan siapa saja sang pemain yang positif Covid-19 itu berinteraksi. Kemudian, kemungkinan besar akan menjadi bahan bagi PSS Sleman untuk menggelar tes ulang pemeriksaan virus corona.

"Bisa jadi (tes ulang). Nanti kami koordinasikan lagi dengan manajemen Persib siapa yang terjangkit virus corona," ujar manajer PSS Sleman, M Eksan.

Sebelumnya, PSS Sleman juga sempat melakukan tes virus corona terhadap Irfan Bachdim dkk, tepat empat hari setelah laga kontra Persib Bandung.

View this post on Instagram

📃#OfficialStatement PERSIB Melakukan Antisipasi Pemain Positif Covid-19 PERSIB dengan ini mengumumkan bahwa salah satu pemainnya telah dikonfirmasi positif Covid-19. Pemain tersebut sekarang dalam kondisi tanpa gejala dan sedang menjalani isolasi mandiri yang dipantau tim dokter PERSIB sesuai dengan protokol pemerintah. Guna memudahkan proses isolasi mandiri dan mencegah pemain keluar rumah, PERSIB menyediakan makanan dan kebutuhan sehari-hari bagi pemain yang sedang menjalani isolasi mandiri tersebut dengan proses pengantaran tanpa kontak. Pemain dan offical Persib lainnya, kata Glenn Sugita - Direktur Utama Persib, akan melakukan karantina di rumah sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. PERSIB juga telah melakukan pembersihan menyeluruh dengan disinfektan di asrama pemain dan kantor, termasuk store, café dan radio. Sementara, jadwal latihan reguler PERSIB juga akan ditangguhkan sampai dengan isolasi mandiri selesai dilakukan. “Saat kami diberitahu bahwa salah satu pemain kami didiagnosa Covid-19, kami langsung meminta pemain tersebut melakukan isolasi mandiri. Tidak hanya itu, kami juga telah menginformasikan hal ini kepada pihak yang berwenang supaya bisa menekan risiko penyebaran Covid-19 dengan cara membantu mereka melakukan penelusuran kontak (contact tracing),” kata Glenn. “Kesehatan dan keselamatan semua pemain, official dan fans PERSIB adalah yang utama bagi kami. Oleh karenanya, kami juga meminta bobotoh-fans setia kami terus mengikuti anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah, dan belajar dari rumah, guna menekan risiko penyebaran COVID-19,” ungkapnya. Selengkapnya di #PERSIBapp & persib.co.id. #BaiknyaDiRumah #MenangBersama

A post shared by PERSIB (@persib_official) on

Dikuti dari laman resmi klub dan akun Instagram @persib_official, pemain yang bersangkutan saat ini dalam kondisi tanpa gejala dan sedang menjalani isolasi mandiri sesuai dengan protokol pemerintah.

"Sesuai dengan izin pasien, dapat saya sampaikan bahwa yang bersangkutan sedang dalam keadaan normal dan tidak menunjukkan gejala apapun," kata dokter tim Persib, dr. M Raffi Ghani.

Pemain dan ofisial Persib akan melakukan karantina di rumah sesuai dengan protokol kesehatan. Jadwal latihan reguler Persib juga akan ditangguhkan sampai dengan isolasi mandiri selesai dilakukan.

"Saat kami diberi tahu bahwa salah satu pemain kami didiagnosis Covid-19, kami langsung meminta pemain tersebut melakukan isolasi mandiri. Tidak hanya itu, kami juga telah menginformasikan hal ini kepada pihak yang berwenang supaya bisa menekan risiko penyebaran Covid-19 dengan cara membantu mereka melakukan penelusuran kontak (contact tracing)," kata Glenn Sugita, Direktur Utama Persib.

"Kesehatan dan keselamatan semua pemain, ofisial dan fan Persib adalah yang utama bagi kami. Oleh karena itu, kami juga meminta bobotoh-fan setia kami terus mengikuti anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah, dan belajar dari rumah, guna menekan risiko penyebaran Covid-19," sambungnya.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:46 WIB

Angka Kasus Covid-19 Naik, Pakar: Tunggu Seminggu Lagi

Jawa Timur

Angka kasus bisa dilihat 7-8 hari kemudian.

09 Jul 2020 15:35 WIB

Permintaan Jokowi Turunkan Kurva Tak Terpenuhi, Ini Kata Khofifah

Jawa Timur

Khofifah menjelasan mengapa kurva covid-19 di Jawa Timur tak turun.

09 Jul 2020 15:20 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Operasi Patuh Masker

Surabaya

Bagi warga yang tidak pakai masker akan disanksi penyitaan KTP.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...