Samsung baru saja merilis seri ponsel baru mereka, Samsung S9 dan Samsung S9+. (Foto: Ist)

Peluncuran Samsung Galaxy S9 yang 'Krik krik'

27 Feb 2018 05:33

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Samsung baru saja merilis seri ponsel baru mereka, Samsung S9 dan Samsung S9+. Beberapa teknologi yang diunggulkan adalah kamera dengan dual aperture, layar penuh, padahal desainnya tak jauh berbeda dari seri sebelumnya, Samsung S8.

Hal yang menarik dari acara itu adalah cara saat seorang pria mengenalkan seri Samsung terbaru, penonton sempat 'krik.. krik..', barulah sekita lima detik kemudian mereka ngeh, dan memberikan tepuk tannya.

Satu lagi hal yang menarik pada peluncuran itu, saat Samsung mengenalkan teknologi Infinity Displaynya. Teknologi ini disebut sebagai teknologi layar penuh dari Samsung di sisi depan perangkat S9 dan S9+. Pengguna bisa mendapatkan tampilan yang lega untuk beragam kegiatan seperti menonton film, membaca pesan atau lainnya. Puncak dari penjelasan ini adalah Samsung menyebutkan layar S9 dan S9+ tidak memiliki Notch atau lekuk di bagian atas seperti iPhone X.

Bukannya disambut oleh penonton dengan tawa renyah, semuanya hanya diam saja mendengarkan hal itu. Bahkan pria yang berada di atas panggung sempat terdiam seakan menunggu tawa dari penonton, tapi yang terjadi malah sebaliknya, audiens yang hadir hanya diam tanpa memberikan respon apapun.

Samsung juga menjelaskan bahwa mereka tidak menghapus sensor keamanan sidik jari, karena masukan sejumlah pengguna untuk tetap mempertahankan teknologi ini dan juga dipindahkan ke sisi belakang, tepatnya di bawah kamera.

Namun, dilansir dari laman macemak.com, sejumlah pengamat mengatakan bahwa sebetulnya Samsung tidak percaya diri dengan teknologi Iris Scan yang digunakan sebagai sensor keamanan baru mereka, sehingga tetap mempertahankan sensor keamanan sidik jari.

Ya, di masa rilis awalnya Iris Scan di perangkat Samsung bisa dengan mudah dikelabuhi oleh foto. Sangat berbeda dengan FaceID di perangkat iPhone X yang menggunakan TrueDepth Camera dan beragam algoritma terbaik untuk memetakan wajah pengguna dan mengenali setiap perubahan di wajah. (frd)