KERJA SAMA: Ketua PP Muhammadiyah bidang Majelis Pembina Kesehatan Umum, Agus Taufiqurrahman, PP Muhammadiyah dan Puan Maharani. (foto: ist)
KERJA SAMA: Ketua PP Muhammadiyah bidang Majelis Pembina Kesehatan Umum, Agus Taufiqurrahman, PP Muhammadiyah dan Puan Maharani. (foto: ist)

Pelayanan Kesehatan yang Terbaik untuk Umat, Ini Orientasi Amal Usaha Muhammadiyah

Ngopibareng.id Khazanah 05 April 2018 12:26 WIB

Melalui Amal Usahanya dalam bidang kesehatan, Muhammadiyah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik baik masyarakat. Salah satunya yaitu melakukan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah membidangi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Agus Taufiqurrahman, PP Muhammadiyah kembali melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan pihak BPJS pada Maret 2018 lalu.

“Kerjasama yang dilakukan lebih kepada peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sebelumnya PP Muhammadiyah sudah melakukan kerjasama, namun kerjasama yang kedua ini lebih menguatkan lagi bentuk-bentuk kerjasama yang dilakukan antar kedua belah pihak,” jelas Agus, dalam keterangan diterima ngopibareng.id.

Diakui, sistem pelayanan kesehatan merupakan sesuatu yang pelik karena harus memadukan fungsi sosial dan bisnis. Seperti terjadi pada sistem BPJS yang memberikan kemudahan pada pasien. Namun dapat mengakibatkan defisit dalam pengelolaan dana operasional rumah sakit.

“Terkadang ada keterlambatan pembayaran oleh BPJS yang kemudian menghambat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, Muhammadiyah terus menjalin komunikasi dengan BPJS, agar dapat meminimalisir keterlambatan pembayaran yang dapat berdampak pada pelayanan kesehatan,” terang Agus, setelah mendampingi kunjungan Menko PMK, Puan Maharani ke RS PKU Muhammadiyah Gamping, Selasa (3/4/2018).

Terlepas dari itu, Agus juga menyampaikan bahwa saat ini RS PKU Muhammadiyah Gamping telah memiliki fasilitas pelayanan jantung terpadu, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, salah satu peralatan tersebut adalah Cath Lab.

“Alat ini berfungsi sebagai tindakan diagnostik dan intervensi bagi pasien jantung,” terang Agus.

Pasien yang membutuhkan pelayanan katerisasi jantung, dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu melalui poliklinik jantung dimana pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan dari dokter spesialis jantung.

“Pasien akan menjalani beberapa tahapan pemeriksaan atas rekomendasi dokter spesialis jantung, yang meliputi pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi. Pasien akan menjalani pemeriksaan Echo Cardiography (EEG) jika diperlukan. Tahapan selanjutnya, pasien akan menjalani Treadmil Stress Test untuk mendeteksi adanya penyumbatan karena kelainan jantung coroner,” imbuh Agus.

Agus juga menambahkan, katerisasi jantung berfungsi untuk melihat secara riil lokasi penyempitan dan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung, baik pada sebelah kiri ataupun sebelah kanan.

“Jika didapatkan penyempitan lebih dari 75% maka akan dilakukan pemasangan ring pada tahap selanjutnya,” tambah Agus.
Hingga saat ini, pelayanan jantung terpadu yang dimiliki Rumah Sakit Muhammadiyah baru berada di RS PKU Gamping.
“Menyusul nantinya aka nada pelayanan jantung terpadu di RS Muhammadiyah Cempaka Putih dan juga RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),” pungkas Agus. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Nov 2020 17:46 WIB

Dinas Kesehatan Mempersiapkan 2.000 Lebih Tenaga Vaksinator

Rek, Ojok Angel Tuturane

Jateng akan menerima 21.000 lebih vaksin Covid-19 dari pusat.

25 Nov 2020 12:15 WIB

Ini Tips Agar Tidak Termakan Hoax Infodemik

Rek, Ojok Angel Tuturane

Ini yang harus diperhatikan agar mendapat informasi yang valid.

25 Nov 2020 06:22 WIB

Syamsul Anwar: Perlu Meresapi Kembali Makna Islam

Khazanah

Jelang Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31 secara online

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...