Ambulans dan Petugas Pemkot yang mengenakan APD saat mendatangi jenazah di Dukuh Karangan Wiyung Surabaya (Ni'am Kurniawan/Ngopibareng.id)

Ambulans Pemkot Tolak Angkut Jenazah, Warga Wiyung Kecewa

Surabaya 03 May 2020 23:12 WIB

Pelayanan ambulans oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai menyulitkan sejumlah warga di Dukuh Karangan, Babatan, Wiyung Surabaya. Hal tersebut dibuktikan dengan penolakan mengangkut jenazah salah satu warga yang memiliki identitas luar Kota Surabaya.

Rianton ketua RT 04/03 kelurahan setempat mengungkapkan cukup kesal dengan tindakan Pemkot yang pilah-pilih dalam pelayanan ambulans tersebut "jadi kemarin bilangnya itu (seharusnya) orang provinsi yang nangani, wong tak suruh ngangkut mayitnya ke rumah sakit aja nggak mau kok," ucap Rianton saat dihubungi Ngopibareng.id, Minggu 3 Mei 2020 malam.

Diketahui sekitar pukul 22.00 malam empat petugas dengan iringan sejumlah polisi telah datang kelokasi jenazah yang berada di dalam kamar kos tersebut, pada Sabtu 2 Mei 2020. Namun setelah mengetahui bahwa jenazah tersebut bukan warga Kota Surabaya alias penghuni kos, para tenaga medis itu pun menolak untuk melakukan pemeriksaan terkait penyebab maninggalnya jenazah asal Kabupaten Jember yang berkelamin perempuan itu.

"Iya sudah datang ke lokasi, sudah masuk orang empat kira-kira jam 10 malam, minggu kemarin itu. Pakai sarung tangan,  baju plastik itu (APD)," jelas Rianton.

Namun, setelah sikap petugas yang menunjukkan penolakan dan dinilai buruk itu, Rianton kemudian mencari alternatif lain dengan berkomunikasi dengan Kusnan Hadi salah satu warga setempat untuk meminjam ambulans lainnya. "Kebetulan saya punya teman dari PDI itu diantarlah kesana," lanjutnya.

Ambulance dari PDI P Surabaya saat membantu mengantarkan jenazah ke Rs Dr Soetomo Surabaya Ambulance dari PDI P Surabaya saat membantu mengantarkan jenazah ke Rs. Dr Soetomo Surabaya

Sampailah pada pukul 23.15 mobil ambulans dari partai PDI P datang untuk membantu mengangkut jenazah tersebut ke Rumah Sakit Dr. Soetomo untuk mendapat pemeriksaan di kamar mayat dan membayar biaya perawatan sebesar Rp1.070.000 sebelum dipulangkan ke kampung halaman.

Terpisah Kusnan Hadi saat dihubungi mengaku cukup kecewa dengan tindakan Rumah Sakit yang memungut biaya untuk pemeriksaan jenazah tersebut lantaran informasi sebelumnya yang ia dapat adalah gratis.

"Jadi sebelum dipulangkan disuruh bayar sebesar satu juta tuju puluh ribu," kata Kusnan.

Sementara itu, Wakil Sekertaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto hingga berita ini ditulis, belum memberikan konfirmasi.

Penulis : Ni'am Kurniawan

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 08:58 WIB

Posisi Start MotoGP Ceko: Zarco Terdepan

MotoGP

Zarco terdepan, Quartararo gagal meraih pole position.

09 Aug 2020 08:47 WIB

Film The Last Airbender: Perjuangan Avatar Menjaga Kedamaian

Film

Avatar menjaga kedamaian.

09 Aug 2020 08:24 WIB

Putra Yusril Ihza Mahendra Maju di Pilkada Belitung Timur

Politik

Selain berprofesi pengacara, anak Yusril juga terjun ke politik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...