Pelatih kiper Persik rintis usaha omah tumpang  (istimewa)
Pelatih kiper Persik rintis usaha omah tumpang (istimewa)

Legenda Kiper Persik Wahyudi, Kini Tenar dari Sambel Tumpang

Ngopibareng.id Feature 18 February 2021 14:15 WIB

Badannya kekar. Gerakannya sigap. Profesinya sebagai legenda penjaga gawang Persik Kediri, tercermin dari postur badannya. Namun, di balik kepiawaianya dalam menangkap si kulit bundar di bawah mistar, Pelatih Kiper Persik Kediri Wahyudi juga luwes meracik dan memasak bumbu sambel tumpang, makanan khas Kediri.

Bakatnya dalam meramu bumbu sambel tumpeng ia manfaatkan untuk membuka usaha kuliner yang sudah berjalan sedikitnya dua tahun lamanya. Usaha rintisan warung makan tersebut ia beri nama Omah Tumpang berlokasi di Jalan Boto Lengket, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Semua proses memasak bumbu tumpang ia kerjakan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Sesekali ia dibantu anaknya saat menggoreng peyek. " Selepas salat Subuh, saya biasa tiap pagi langsung meluncur belanja ke pasar untuk membeli bumbu keperluan memasak, semuanya saya kerjakan sendiri, " ujar Wahyudi.

Sambel Tumpang Khas Wahyudi

Mantan penjaga gawang yang sempat membawa Persik menjuarai Liga Indonesia sebanyak dua kali ini menuturkan pertama kali belajar memasak bumbu sambel tumpang dari ibunya.

"Saat itu kan rencananya mau buat warung peracangan untuk mertua. Namun rencana itu berubah, karena mertua keburu meninggal. Akhirnya saya berinisiatif menggunakan tempat tersebut untuk buka usaha kuliner rumah tumpang, " cerita bapak tiga anak ini ditemui di tempat usahanya.

Setiap hari ia bisa membuat bumbu sambel tumpang sebanyak 25 liter. Citra rasa bumbu tumpang bikinan Wahyudi, memang sangat berbeda dengan yang lain. Bumbu sambel tumpang yang dijual ada dua jenis rasa, yakni sambel tumpang rasa gurih dan sambel tumpang rasa super pedas.

Bahan yang digunakan untuk membuat sambel tumpang, antara lain tempe bosok, bawang, cabai, laos, serta daun salam. " Sambel tumpang bikinan saya ada dua rasa Mas, pedas dan gurih. Yang rasa pedas saya bikin 15 liter menggunakan panci berukuran besar. Sementara sambel tumpang yang gurih hanya 10 liter, " terangnya.

Per porsi menu masakan bumbu tumpang, nasi plus sayur dan peyek dijual Rp6.000. Omah tumpang buka setiap hari pukul 15.30 - 20.00 WIB. Jika ada pelanggan yang beli hanya bumbu sambal tumpang saja tanpa nasi dan sayur tetap dilayani dengan harga relatif lebih murah, per bungkus Rp 5.000.

"Kalau nggak hujan biasanya jam 20.00 WIB sudah habis Mas. Warung di sini mempunyai kelebihan dibandingkan warung lain, jika pelanggan merasa kurang dan mau tambah bumbu boleh tidak dipungut biaya tambahan, " katanya.

Karena kualitas rasanya yang enak dan khas, pelanggan yang datang ke warung omah tumpang tidak hanya berdomisili dari lingkungan Kota Kediri saja melainkan juga dari kabupaten.

"Terkadang, ada juga pembeli dari Kecamatan Mojo dan sekitaran SLG Kabupaten Kediri, yang rela datang jauh jauh hanya karena ingin makan nasi sambel tumpang bikinan saya ini. Pada umumnya mereka tahu, jika di sini jualan nasi sambel tumpang dari mulut ke mulut " terang Wahyudi.

Selain menjual nasi sambel tumpang, sebagai menu pendamping, wahyudi juga menyedikan kuliner khas tradisional jenang grendul. Umumnya seperti yang dijual di pasaran, jenang grendul terbuat berbahan dari ketan, ia kemudian menggantinya dengan ketela.

Pelatih kiper Persik rintis usaha omah tumpang  istimewa Pelatih kiper Persik rintis usaha omah tumpang (istimewa)
Omah tumpang usaha rintisan kuliner pelatih Persik kediri istimewa Omah tumpang usaha rintisan kuliner pelatih Persik kediri (istimewa)
Salah satu usaha kafe WTS warung tengah sawah milik pelatih kiper persikSalah satu usaha kafe WTS (warung tengah sawah) milik pelatih kiper persik

Cabai Mahal Sambel Tetap Pedas

Setiap hari modal yang dikeluarkan untuk membuat sambel tumpang berkisar seratusan ribu rupiah, belum termasuk beras,sayuran dan membuat peyek. Sedangkan omzet yang didapat per hari bisa tembus Rp 400 -Rp 500 ribu.

Modal juga bisa merangkak naik akibat harga cabai yang semakin pedas. Meski harga cabai sekarang mencapai Rp 80 ribu per kilogram, ia tidak mengurangi komposisi takaran cabai saat memasak. Cabai yang ia pergunakan untuk memasak bumbu tumpang setiap harinya sebanyak 7 ons. " 7 ons cabai, bisa buat bumbu tumpang 25 liter per hari," ulasnya.

Selama kurang lebih 20 tahun aktif menjadi pemain profesional pun pelatih penjaga gawang Wahyudi merasa bersyukur, bisa menabung dan menggunakan gajinya untuk investasi beli rumah, mobil, membuka warung, dan satu kafenya.

Wahyudi menitipkan pesan kepada juniornya, khususnya para pemain muda hendaknya tidak terlalu menggantungkan hidupnya di sepak bola. Kata Wahyudi di saat kondisi seperti sekarang, semestinya pemain harus memilki pegangan usaha lain.

"Dengan tidak adanya liga, sekarang banyak pemain Persik ramai ramai buka usaha sampingan, " tutur pria yang sudah tiga kali keluar masuk menjadi pegawai kantoran ini.

Berharap Merumput Kembali

Selama menjadi pemain hingga pelatih kiper, karier sepak bola laki-laki berusia 45 tahun itu bisa dibilang moncer. Ia mulai membela Persik sebagai pemain sejak tahun 1999. Selama itu, ia turut mengantarkan tim berjuluk Macan Putih tersebut menjuarai Liga Indonesia sebanyak dua kali. Selain bermain untuk Persik Kediri, ia juga pernah memperkuat klub sepak bola Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro.

Sempat gantung sepatu sesaat, tahun 2016 ia kembali ke Persik Kediri, sebagai pelatih kiper. Meski saat itu kondisi Persik terpuruk di Liga 3, Wahyudi memiliki keyakinan jika suatu saat Persik bakal kembali naik kasta ke Liga 1.

Apa yang diyakini Wahyudi ternyata benar, di Liga 3, Persik jadi juara, semusim kemudian Persik kembali juara di Liga 2, hingga akhirnya layak promosi di Liga 1. "Saya waktu itu meyakini, Persik bakal kembali menjadi yang terbaik promosi ke Liga 1," yakin pelatih kiper yang memiliki lisensi C, AFC itu.

Kini kontrak Wahyudi di Persik bersama pemain lainya sudah habis. Sebagai putra daerah asli Kediri, jika diberi kesempatan kembali ia masih berkeinginan untuk tetap melatih di Persik Kediri.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 06:58 WIB

Messi Bintang Lapangan, Barcelona Raih 3 Poin di Markas Sevilla

Liga Spanyol

Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Barca menumbangkan Sevilla 2-0

28 Feb 2021 06:25 WIB

Verona Gagalkan Kemenangan Juventus

Liga Italy

Verona berhasil menahan imbang Juventus 1-1.

28 Feb 2021 05:50 WIB

Dipenjara 20 Hari, Nurdin Ngaku Tak Tahu Suap: Demi Allah!

Korupsi

Nurdin Abdullah melimpahkan kesalahan kepada Sekretaris PUPR Sulsel.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...