Pelaku Pemerkosa Pelajar SMP Ditangkap, 2 Pelaku Masih Anak-anak

15 Apr 2019 21:55 Kriminalitas

Nasib naas menimpa Mawar (nama samaran) remaja SMP asal Surabaya. Ia diperkosa lima pria secara bergilir usai dicekoki minuman keras.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan orang tua korban kepada polisi.

"Kami menerima laporan dari ayah korban bahwa anaknya telah diperkosa. Kami sudah mengamankan tiga orang. Kasus ini berawal dari korban yang dicekoki miras, " kata Ruth Yeni kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Senin, 15 April 2019.

Dua dari tiga pelaku yang ditangkap ternyata masih di bawah umur. Kini keduanya dititipkan di Shelter Marsudi Putra. Sedangkan satu pelaku dewasa yang tertangkap adalah RND (26). Ia merupakan warga Sukomanunggal, Surabaya.

Polisi kini masih memburu dua pelaku lainnya. Yang satu sudah dewasa dan satunya lagi masih di bawah umur. "Tersangka RND kita tahan di rutan Polrestabes Surabaya. Kita proses dengan pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 maksimal 15 tahun," kata Ruth.

Kepada wartawan RND mengaku pemerkosaan itu dilakukan di sebuah kamar kos. Ia mengaku dua kali memperkosa korban. "Dua kali. Karena melakukan itu satu ruangan dengan yang lainnya," kata tersangka kepada polisi.

Untuk melancarkan niat bejatnya, RND dan kawan-kawan mencekoki korban dengan minuman yang telah dicampur ramuan penambah stamina dan alkohol 70 persen untuk obat luka.

"Pertama sama (pelaku di bawah umur) melakukan gitu tidak minum. Terus sama (pelaku di bawah umur) nggak minum tapi ya juga gitu, sama saya kena minuman itu waktu itu saya juga ikut minum tapi nggak mabuk," katanya.

RND tega memperkosa korban karena birahinya memuncak saat melihat apa yang dilakukan para pelaku lainnya. Selain itu, dorongan untuk memperkosa korban juga menggebu-gebu lantaran ia kerap menonton video porno. "Iya saya nonton video," katanya. (wit/dtk)

Reporter/Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini