Pelajar SMP Terancam Buta Akibat Terkena HT Polisi Saat Razia SIM

03 May 2019 18:45 Nasional

Seorang pelajar siswi kelas 3 SMP asal Purworejo, Jawa Tengah mengalami luka sobek pada bagian mata kanannya. Luka tersebut diduga terkena handy talkie (HT) milik aparat kepolisian Polres Purworejo.

Peristiwa yang viral di media sosial instagram milik akun #infopurworejo ini terjadi pada Selasa, 30 April 2019 lalu. Saat ini siswa kelas IX SMPN 2 Purworejo yang bernama Layla Putri Ramadhani sedang menjalani rawat inap di rumah sakit (RS) Sardjito, DI Yogyakarta.

Menurut keterangan saksi kejadian ini bermula ketika aparat polisi dari Polres Purworejo sedang menggelar razia di Jalan Tentara Pelajar Purworejo. Muncul Layla yang sedang dibonceng menggunakan sepeda motor vixion oleh seorang laki-laki.

Kemudian laki-laki tersebut bermaksud menghidari razia dengan menaikkan kecepatannya, hingga akhirnya berhasil lolos. Sontak, petugas berseragam itu berusaha menghentikan laju kendaraan tersebut.

Karena tidak berhasil petugas kontan marah dan langsung melempar HT-nya ke arah pengendara tersebut. Namun naasnya HT tersebut justru mengenai Layla. Akibatnya mata sebelah Layla mengalami pendarahan.

Semula, Layla dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tjitrowardoyo. Setelah diperiksa, ternyata Layla mengalami luka yang cukup berat hingga pihak RSUD Purworejo harus merujuk ke Rumah Sakit Sardjito di Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Karena peralatan kita kurang lengkap, akhirnya kami rujuk ke RS Sardjito,” kata pegawai RSUD Purworejo seperti dikutip #infopurworejo, Jumat, 3 April 2019.

Sementara itu Waka Polres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, operasi tersebut sudah sesuai prosedur. Saat itu, Briptu Jodi Pratama yang tengah menghentikan kendaraan korban dengan tangan kiri yang kebetulan sedang membawa HT.

"Entah, dilempar atau hanya pas dibawa mengenai korban, kita belum tahu persis kronologi. Tapi saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam. Kalau terbukti bersalah, ya akan diberi sanksi tegas," katanya. (wit)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini