Khofifah Belum Nampak, Pegawai Kemenag Jatim Sudah Datang Duluan

26 Apr 2019 11:48 Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Jawa Timur, yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Pantauan di Mapolda Jatim, siang ini, tiga orang yang dimungkinkan penyidik lembaga anti rasuah tersebut telah tiba di Gedung Ditreskrimsus Subdit III Tipidkor. Mereka membawa satu buah koper sedang berwarna hitam, pukul 09.35 WIB, Jumat, 26 April 2019.

"Iya benar, ada penyidik KPK di dalam," kata salah satu petugas kepolisian Polda Jatim yang tak mau disebutkan namanya.

Tak berselang lama, pukul 09.43 WIB nampak Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Markus, juga memasuki gedung yang sama.

Namun dia membantah bila kedatangannya itu untuk perihal pemeriksaan lanjutan kasus jual beli jabatan tersebut. Ia mengaku, dirinya hanya melakukan koordinasi saja dengan penyidik KPK.

"Nggak (diperiksa). Hanya koordinasi, koordinasi aja," kata Markus, kepada wartawan, dalam dekapannya tampak membawa sejumlah berkas di tangan kirinya.

Ditanya lebih lanjut, Markus nggan membeberkan berapa pegawai Kanwil Kemenag Jatim yang akan memenuhi panggilan penyidik KPK hari ini.

"Kurang tahu, ini hanya koordinasi," ujarnya, sembari masuk ke Tipidkor.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah, mengatakan pihaknya akan melakukan kegiatan pemeriksaan di Polda Jatim, terkait kasus jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

Febri menyebut penyidik akan memeriksa sejumlah saksi-saksi yang diduga berkitan dengan kasus ini, salah satunya, kata dia, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membantah jika Khofifah akan diperiksa hari ini di Mapolda Jatim. Ia bahkan menyebut hal itu adalah informasi yang tak benar.

"Hoaks, hoaks, hoaks, hoaks seperti yang saya sudah bilang kan. Hari ini hoaks," kata Barung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini