Salah satu kegiatan NU Care-LazisNU di Inggris. (Foto: pcinu inggris)

Peduli Komunitas Difabel dan Jompo, Ini Aksi NU Care Inggris Raya

Khazanah 04 August 2020 06:48 WIB

Warga Nahdliyin di Inggris Raya, melalui NU Care-LazisNU berfokus membagi daging kurban untuk warga difabel dan jompo di Indonesia. Hal ini, merupakan wujud kepedulian warga Nahdliyyin di Inggris Raya untuk berbagi kepada sesama.

Ketua NU Care-LazisNU United Kingdom, H. Taufiq Wijanarko, Ph.D, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin berbagi dengan sesama, khususnya warga jompo dan difabel.

"Program ini bertujuan untuk mengajak warga muslim Indonesia baik yang ada di dalam negeri maupun khususnya yang tinggal di luar negeri untuk selalu peduli dengan saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya kaum difabel dan jompo yang jumlahnya tidak sedikit di sekitar kita," ungkap Taufiq, yang aktivis Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris, Selasa 4 Agustus 2020.

NU Care-LazisNU memilih menyalurkan kurban ke Indonesia, dengan pertimbangan bahwa banyak komunitas warga di Indonesia yang membutuhkan bantuan.

"Fenomena warga muslim Indonesia di luar negeri pada saat kurban, khususnya yang berada di Inggris Raya sulit untuk menyelenggarakan ibadah kurban di negara tempat mereka tinggal dikarenakan adanya aturan penyembelihan yang ketat maupun susahnya mencari penerima daging kurban," jelas Taufiq.

Kegiatan PCINU Inggris Raya sesuai protokol kesehatan di masa Pandemi Covid19 Foto pcinu inggrisKegiatan PCINU Inggris Raya sesuai protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19. (Foto: pcinu inggris)

Sementara, Rais Syuriah PCINU United Kingdom, KH. Didiek S Wiyono, menjelaskan betapa penting visi filantropi yang tepat sasaran.

"Kami ingin agar misi dan visi NU Care-LazisNU itu tepat sasaran, membantu sesama di Indonesia. Kami lihat, banyak organisasi filantropi Islam maupun internasional utk membuka program-program qurban dengan sasaran warga sekitar konflik maupun Afrika, program ini sangat menarik di samping karena iklannya menarik harga hewan qurbannya yang jauh lebih murah dibanding jika berqurban di Indonesia," ungkap Didiek.

Menurut Didiek, NU Care-LazisNU UK (yang juga berdiri di akhir 2019) mengadakan program qurban di tahun ini dengan sasaran tertentu di Indonesia, karena sadar bahwa masyarakat kita mayoritas muslim dan hampir di semua masjid khususnya masjid-masjid komplek serta perkotaan jumlah daging qurban berlimpah.

Pihaknya mencoba menyalurkan program berbagi daging qurban kepada komunitas difabel dan jompo, yang menurutnha belum banyak tersentuh program-program khusus bagi mereka.

"Hal ini kami lakukan untuk mengajak masyarakat muslim khususnya di Inggris Raya utk mempertimbangkan tetap melakukan qurban di Indonesia, karena masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan di samping juga untuk menghindari masuknya sedekah hewan qurban ke daerah-daerah yang ada konflik politis maupun daerah-daerah yang rawan sebagai pengembangan faham radikal," terang KH. Didiek S Wiyono.

Untuk tahun ini, NU Care-LazisNU United Kingdom bekerjasama dengan Sanggar Kahuripan Solo, sebuah kelompok yang lbh dari 10 tahunsdh biasa melakukan program-program sosial dan filantropi di Solo Raya dan Komunitas Budaya Lintang Padjerino, pimpinan Donny Suwignya, di kawasan Delanggu, Klaten.

Program ini juga mendapat support dari Indihome Telkom Imdonesia Wilayah Jawa Tengah.

Program mulai dengan pendataan komunitas Difabel dan para jompo dilakukan oleh para Kader Penggerak Pengembangan Manusia di 16 Desa se kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, dibawah komando Thomas Sutana.

Adapun hewan Qurban yang terkumpul melalui program ini adalah 1 ekor Sapi dan 8 ekor kambing (yang didapat melalui donatur dari LazisNU UK dan Sanggar Kahuripan Solo), dibagikan menjadi 200 paket daging kurban utk komunitas Difabel dan Jompo, serta warga miskin yang membutuhkan.

Didiek S Wiyono berharap, program ini akan diikuti oleh lebih banyak pendonor agar bisa lebih luas lagi cakupannya.

"Di samping itu, kami juga berharap kepada NUCARE-LazisNU Internasional serta lembaga-lembaga filantropi islam Indonesia lainnya utk membuat program-program serupa dengan sasaran utama adalah saudara-saudara kita yang berhak di Indonesia khususnya," harapnya.

NUCare-LazisNU dalam beberapa terakhir telah menyelenggarakan program-program filantropi, di antara menghimpun dan menyalurkan bantuan kepada korban terdampak Covid-19 di Inggris, bantuan kepada mahasiswa di United Kingdom, serta beberapa program kemanusiaan internasional bekerja sama dengan lintas institusi, di antaranya KBRI London, PPI United Kingdom, al-Minhaj Welfare Foundation Manchester, dan beberapa lembaga lain.

Demikian seperti dilaporkan Hanan Zayn dari PCINU United Kingdom.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 18:20 WIB

Wapres Bicara Soal K-Pop

Nasional

Wapres Ma'ruf Amin berharap K-Pop mendorong anak-anak muda Indonesia

20 Sep 2020 18:16 WIB

Satpol PP Pemkab Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

Nasional

Dilarang pakai masker scuba di lingkungan Satpol PP Pemkab Banyumas.

20 Sep 2020 18:09 WIB

Mendikbud: Sejarah Adalah Tulang Punggung Identitas Bangsa

Nasional

Mendikbud pelajaran sejarah akan dihapuskan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...