PDIP: Kebenaran Ilmiah Quick Count Tak Pernah Meleset

29 Apr 2019 12:48 Politik

 

PDI Perjuangan (PDIP) bicara soal hitung cepat atau quick count mayoritas lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan, rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin memastikan kemenangan paslon nomor urut 01.

"Sekali lagi terbukti bahwa QC (quick count) tidak pernah meleset karena bertumpu pada metode ilmiah, dan sangat akurat, karena seluruh data diambil berdasarkan dokumen otentik C1 Plano. Hasilnya, kemenangan rakyat semakin mengukuhkan kepempinan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan selisih suara diperkirakan lebih dari 18.5 juta suara," tutur Hasto melalui keterangan tertulis, Senin 29 April 2019.

Data yang masuk mencapai 405.374 TPS dari total 813.350 TPS. Jika dipresentasekan jumlah tersebut mencapai 49,84 persen. Hasil Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) sementara ini menunjukkan, pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 56,19 persen. Sementara paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan suara 43,81 persen.

"Pemerintahan kedua Pak Jokowi tidak hanya makin efektif dan solid. Konfigurasi politik pun semakin matang dimana legitimasi yang diberikan rakyat ke Jokowi-KH Ma'ruf Amin senafas dengan kuatnya dukungan di DPR. Simulasi berdasarkan quick count yang kami lakukan disetiap dapil DPR RI, maka Koalisi Indonesia Kerja setidaknya mendapatkan 349 kursi atau 60.7%. Suatu dukungan yang akan memerkuat sistem presidensial," ujar Hasto.

Situng bukan merupakan hasil resmi yang ditetapkan KPU. Situng hanya rujukan bagi publik untuk memantau proses rekapitulasi suara.

Hasto juga berbicara soal kekuatan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di parlemen. Dari hasil quick count, partai koalisi pasangan nomor urut 01 itu akan menjadi mayoritas di DPR.
Dia pun menyoroti soal isu kecurangan dalam pemilu yang belakangan sedang ramai dihembuskan.

"Mereka yang berteriak terjadi kecurangan merupakan hal yang biasa terjadi dalam pilkada, pileg dan pilpres. Kesemuanya bagian dari dinamika pemilu. Kita move on saja. Saatnya bicara Indonesia ke depan, bagaimana struktur kabinetnya, apa skala prioritas kebijakan Pak Jokowi dll. Kita juga tidak boleh menyia-nyiakan para pahlawan demokrasi yang telah gugur dalam tugas. PDI Perjuangan tidak hanya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, tetapi juga sudah menginstrukaikan kepada Tiga Pilar Partai untuk memberikan penghormatan terbaik terhadap mereka yang telah gugur. Jangan sia-siakan perjuangan mereka," tutur Hasto.

Selain itu, Hasto juga memberikan selamat kepada parpol-parpol pendukung Prabowo-Sandi yang juga mendapatkan peningkatan suara dibanding Pileg 2004.

"Kami meyakini bahwa Gerindra dan PKS pun puas dengan hasil pemilu yang telah memberikan penambahan kursi bagi kedua partai tersebut. Tanpa pemilu jurdil dan demokratis, mustahil Gerindra dan PKS bisa melenggang dengan penambahan kursi yang signifikan itu," sambung Hasto.

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini