PBNU Saling Puji dengan FPI, Bagaimana dengan Menag?

31 Oct 2019 16:08 Nasional

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tiba-tiba berbicara tentang Front Pembela Islam (FPI), juga tentang bagaimana seharusnya warga NU menghormati Habib Rizieq.

Keharusan warga NU menghormati Habib Rizieq ini terugkap ketika Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj memberikan sambutan dalam istighasah untuk Indonesia aman dan damai di kantor PBNU, Rabu 30 Oktober 2019 malam.

"Kita harus hormat pada habaib. Nabi Muhammad mengatakan, saya tidak mau bayaran, nggak ingin imbalan, satu yang saya minta, cintailah keturunan ku. Maka kita wajib menghormati habaib, semua habib nggak pandang bulu, Habib Jindan, Habib Lutfi, Habib Syech. Habib Rizieq, iya," ujar Said.

Alasan utama menghormati para Habib, karena adanya perintah dalam Alquran serta untuk memperkuat ukhuwah islamiah.

Tak hanya Said, Ketua Pengurus Harian PBNU KH Robikin Emhas juga tiba-tiba membicarakan tentang kesamaan NU dan FPI. Menurut Robikin, NU dan FPI memiliki kesamaan yakni berjuang untuk penguatan ekonomi dan keadilan warga.

"Saya percaya FPI sama dengan NU. Akses terhadap keadilan, termasuk keadilan ekonomi boleh jadi merupakan gerakan dari seluruh ormas yang ada," kata Robikin dalam keterangan tertulis pada para wartawan, Kamis, 31 Oktober 2019.

FPI dan NU, lanjut Robikin, memiliki tuhan yang sama serta memiliki pemahaman keagamaan yang sama. Karenanya, persamaan ini diharapkan tidak dipisahkan begitu saja hanya karena perbedaan pendapat.

Robikin juga membenarkan pernyataan Said bahwa warga NU harus menghormati Habib Rizieq. "NU-lah yang melakukannya (menghormati Habib). Sejak zaman prakemerdekaan, boleh jadi tidak ada cium tangan wolak-walik kepada habaib jika NU tidak melakukannya," kata dia.

Pernyataan Said ini juga langsung direspon juru bicara PA 212 Novel Bamukmin. Menurut dia, pernyataan Said ini mencerminkan bahwa NU dan FPI sejatinya adalah bersaudara.

"Inilah pengamalan aswaja yang sebenarnya dan patut ditiru dan diamalkan oleh umat islam dari paham, mazhab dan aliran apapun," kata Novel.

Menurut Novel, ceramah Said Aqil tentang kewajiban warga NU menghormati Habib termasuk Habib Rizieq telah membawa kesejukan dan memperbaiki hubungan antara NU dan FPI.

"Ini menjadi cair dari NU termasuk organisasi sayap Banser untuk menggalang kekuatan dan persatuan antara NU dan FPI," kata Novel.

Sementara itu, sebelum adanya pernyataan menyejukkan di antara pimpinan NU dan FPI, beberapa pengurus NU malah mengkritisi Menteri Agama Fachrur Rozi. Fachrur dianggap bukan NU. Bagi NU, menteri agama adalah sebuah keharusan harus dijabat oleh warga NU. Karenanya, Fachrur sampai tidak diundang dalam peringatan hari santri di kantor PWNU Jawa Timur.

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini