Patung Garuda Wisnu Kencana Rampung, Agenda Seni pun Antri

01 Aug 2018 17:17 Seni dan Budaya

Garuda Wisnu Kencana di kawasan Cultural Park GWK, Ungasan, Jimbaran Bali, akhirnya rampung. Dibutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikannya.

Kalau dihitung sejak masa perencanaan dan perancangan, tercatat 28 tahun. Mulai dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

Sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan, pertunjukan seni akan disajikan di Cultural Park GWK pada 4 Agustus. Agendanya adalah cultural performances. Sejumlah artis akan memeriahkan kegiatan ini.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, GWK akan menjadi simbol baru pariwisata sekaligus kebanggaan masyarakat Bali.

GWK akan menjadi salah satu daya tarik pariwisata dalam upaya memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019.

Menurut Pitana, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan pun yakin rampungnya GWK akan berdampak positif bagi pertumbuhan pariwisata Bali dan Indonesia.

Patung GWK memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah. Atau 271 meter dari permukaan laut (dpl). GWK menjadi salah satu patung tertinggi dunia bersanding dengan patung Spring Temple Buddha China, The Laykyun Sekkya Buddha Myanmar, Patung Liberty Amerika Serikat, Ushiku Daibutsu Jepang, The Motherland Calls Rusia, dan Christ the Redeemer Brazil.

“Dengan berbagai kajian empiris, Kami yakin patung GWK akan menaikkan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas. Tentunya kita harus bersama-sama menjaganya. Mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang sangat terkenal di dalam maupun luar negeri,” tutur Pitana.

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Dan sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali.

Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah bekas penambangan kapur liar. Namun, sudah tidak produktif. Lahan ini ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik. (*)

Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini