Patroli TNI-Polri Amankan Wilayah Pasuruan

02 Jun 2019 12:02 Ngopibareng Pasuruan

Dalam rangka pengamanan wilayah, Polres Pasuruan bersama Kodim 0819 Pasuruan menggelar patroli bersama untuk menekan tindak kriminalitas. Pantauan di lapangan, tim gabungan TNI-Polri, mendatangi Komplek Perumahan Taman Permata Indah di Desa Pagak, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Warga yang bersiap untuk mudik diingatkan kembali mengenai sistem keamanan di rumahnya.

Kabag Ops Polres Pasuruan, Kompol Subadar mengatakan, pelaku kriminal kerap memanfaatkan momen libur Lebaran. Sebab, beberapa rumah akan ditinggal dan dibiarkan kosong oleh penghuninya.

Oleh karenanya, Subdar mengimbau agar warga meningkatkan sistem keamanan diri dan lingkungan, minimal dengan cara menitipkan pengawasan rumahnya pada Ketua RT setempat atau tetangga yang tidak mudik.

“Kita keliling komplek perumahan, karena yang paling banyak mudik itu adalah orang yang tinggal di perumahan. Kebanyakan mereka adalah pendatang,” ujarnya.

Tim gabungan berkeliling komplek dan mengecek tiap-tiap rumah yang telah ditinggal mudik oleh penghuninya. “Saya cungkan jempol kepada Ketua RT dan Ketua RW setempat yang sudah siap siaga mulai dari pos penjagaan sampai warga di dalamnya. Semoga semuanya aman sampai pemudik datang kembali ke rumahnya,” tutur Subdar.

Sementara itu, Suwarno, Ketua RW setempat juga memberikan apresiasi sikap kepolisian. Ia pun menegaskan sebelumnya juga telah perketat sistem keamanan di komplek perumahan dari biasanya.

"Setiap pemilik rumah diimbau untuk memastikan kondisi listrik, aliran PDAM, bahkan LPG harus dalam keadaan mati," ujarnya.

Selain itu, kata Suwarno, apabila ada tamu yang memasuki wilayah Komplek Perumahan Taman Permata Indah ini, harus menitipkan tanda pengenal berupa KTP maupun identitas lainnya kepada petugas keamanan setempat.

Bahkan, pada warga perumahan yang hendak mudik juga diminta mengisi formulir berisi identitas diri, jumlah peserta mudik, hingga sampai kapan meninggalkan rumah.

"Formulir itu selanjutnya diserahkan ke petugas yang berada di pos keamanan. Ini tak lain agar rumah yang ditinggal kosong dapat lebih mudah dipantau, selain lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan lingkungan," sambung Suwarno. (emil)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini