Penyaluran paket sembako kepada warga terdampak corona.  (Foto: Dok Humas)
Penyaluran paket sembako kepada warga terdampak corona. (Foto: Dok Humas)

Pasuruan Siapkan 2.566 Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Corona

Ngopibareng.id Ngopibareng Pasuruan 23 April 2020 09:48 WIB

Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan memberikan bantuan paket sembako untuk anak-anak terlantar, disabilitas dan masyarakat terdampak aturan penerapan physical distancing di 8 kecamatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi mengatakan, total ada 2566 penerima bantuan sembako. Dengan rincian sebanyak 1200 anak-anak terlantar yang berada di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) atau panti asuhan.

Kemudian, 75 penyandang disabilitas, dan 1291 warga terdampak aturan penerapan Physical Distancing, mulai dari tukang ojek, tukang becak, kuli bangunan, PKL (pedagang kaki lima) sampai nelayan.

"Paling banyak memang warga yang pendapatannya menurun drastis akibat penerapan physical distancing. Kemudian anak-anak terlantar dan penyandang disabilitas," kata Suwito, Rabu, 22 April 2020.

Dijelaskannya, setiap 1 paket sembako senilai Rp 200 ribu, terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, telur 2 kg, gula 1kg dan produk olahan ikan yang berasal dari UMKM di Kabupaten Pasuruan. Bantuan tersebut akan mulai dibagikan secara bertahap mulai akhir minggu ini.

"Rencananya hari jumat atau sabtu akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan," katanya.

Suwito menegaskan bahwa untuk pemberian paket sembako ini, Pemkab Pasuruan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 Milyar yang berasal dari BTT (biaya tidak terduga) APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2020.

"Bantuan ini sifatnya mendesak dan harus segera dibagikan. Semuanya dalam rangka membantu masyarakat dalam mengantisipasi dampak dari penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan," katanya.

Lebih lanjut Suwito menyampaikan, para penerima bantuan paket sembako ini bukan warga atau KPM (keluarga penerima manfaat) yang menerima bantuan dari Kementrian Sosial RI. Seperti penerima program BLT (Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Sejahtera) maupun BSP (Bantuan Sosial Pangan).

"Para penerima ini adalah masyarakat Kabupaten Pasuruan yang terdampak langsung dari aturan penerapan Kawasan physical distancing dan para penyandang disabilitas maupun anak-anak terlantar," katanya.

Dengan bantuan tersebut, Suwito berharap dapat meringankan beban para penerima dalam menghadapi dampak ekonomi terburuk akibat penyebaran Covid-19.

"Semoga bermanfaat saja, dan minimal dapat meringankan beban para penerima yang sangat membutuhkan bantuan ini," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Nov 2020 15:33 WIB

Logo Baru, Ka'bah dan Tulisan Partai Keadilan Sejahtera Hilang

Politik

Logo baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dominan warna oranye dan putih.

30 Nov 2020 15:16 WIB

Di Banyuwangi Ada Destinasi Wisata Kebangsaan

Destinasi

Di sini ada air terjun yang indah.

30 Nov 2020 15:10 WIB

15 ASN Reaktif, Pemkot Malang Terapkan WFH

Rek, Ojok Angel Tuturane

Hasil dua kali rapid test 15 ASN Pemkot Malang dinyatakan reaktif.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...