Prosesi pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Malang (Foto: istimewa)

Pasien Corona Meninggal di Malang Mayoritas Karena Komorbid

Jawa Timur 07 July 2020 22:05 WIB

Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz mengatakan kasus kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Malang sebanyak 24 orang didominasi karena penyakit penyerta atau komorbid.

"Yang meninggal (pasien Covid-19) karena komorbid, diantaranya penyakit jantung, diabetes, dan darah tinggi," ujarnya, Selasa 7 Juli 2020.

Lanjut Anis, saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten Malang sudah melakukan treatment khusus terkait para pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Treatment khusus tersebut dilakukan dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran perguruan tinggi yang ada di Malang untuk melakukan tracing dan pendampingan terhadap pasien yang memiliki komorbid.

"Ada dari Universitas Brawijaya (UB), UIN Maliki Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)," katanya.

Tim dari perguruan tinggi tersebut yang akan mendata dan memberikan treatment khusus kepada pasien Covid-19 yang memiliki riwayat penyakit penyerta.

"Mereka ahlinya (treatment khusus pasien Covid-19 komorbid). Mereka melakukan pendekatan yang tepat," katanya.

Selain melakukan tracing dan pendampingan, perguruan tinggi juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat dengan turun langsung ke lapangan.

"Mereka juga membangun kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan masyarakat juga menyambut baik," katanya.

Hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Malang sebanyak 277 orang dengan rincian, 170 orang masih dalam perawatan, 83 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan 24 orang meninggal dunia.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Aug 2020 15:15 WIB

Surabaya Zona Orange, Sekolah Belum dapat Rekom untuk Dibuka

Pendidikan

Sekolah belum dapat rekom untuk dibuka oleh Gugus Covid-19 Surabaya.

13 Aug 2020 15:00 WIB

Tampung Kreatifitas Pemuda, Whisnu akan Buat Festival Pemuda

Surabaya

Pemuda Surabaya jadi bagian untuk membangun kota.

13 Aug 2020 14:45 WIB

Melukis Proklamator 33 Menit untuk HUT RI ke-75

Seni dan Budaya

Eggy Yunaedi melukis Proklamator hanya 33 menit.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...