Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo (Foto: istimewa)

42 Warga Dampit Dirapid Test, Jalur Tikus Malang-Lumajang Dijaga

Jawa Timur 28 May 2020 11:30 WIB

Sebanyak 42 warga Desa Majangtengah dan Sukodono, Dampit, Kabupaten Malang dirapid test. Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul adanya satu keluarga asal Lumajang terkonfirmasi positif Covid-19 yang nekad berlebaran ke keluarganya, Minggu, 24 Mei 2020.

"Ada 42 orang yang akan kita rapid test. Sebelumnya ada 29 orang yang kami rapid test. Sisanya akan kami rapid hari ini," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, Kamis 28 Mei 2020.

Sementara ini, 29 orang yang sudah dirapid test hasilnya non-reaktif. Warga yang dirapid ini mereka yang pernah berinteraksi dengan pasien positif. Warga itu kini menjalani isolasi mandiri dan diawasi oleh perangkat desa serta Muspika Dampit secara berkala.

Arbani berharap hasil rapid test terhadap 42 orang tersebut tidak ada yang menunjukkan reaktif, sehingga tidak muncul cluster Majangtengah, Dampit. "Mudah-mudahan tidak ya," katanya singkat.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengungkapkan, satu keluarga asal Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang tersebut memanfaatkan jalur tikus agar bisa lolos dari pemeriksaan cek poin Ampelgading, Malang.

"Dia nggak lewat jalur utama Ampelgading, tapi lewat jalur alternatif. Mereka lewat jalur tikus untuk menghindari cek point Ampelgading," katanya.

Agar kejadian seperti ini tidak terulang, Hendri mengungkapkan, sudah mendata jalur tikus yang ada di Ampelgading, perbatasan Lumajang-Malang.

Nantinya, lanjut Hendri, tiap jalur tikus itu akan dibuatkan cek point mandiri yang dijaga karang taruna dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Pertama, Jalan Coban Sewu. Kedua, ada di Jalan Depan MTs Al-Azhar tembusan Pasar Sidorenggo. Ketiga, di Jalan Dukuh Ramean, jalan tembusan Buk Bulus, Sidorenggo," katanya.

Hal ini dilakukan pihak Polres Malang agar tidak ada lagi pemudik yang nekat yang memaksa untuk masuk ke Malang sehingga menyebabkan penyebaran virus corona.

"Mereka ngeyel dan tidak taati aturan yang ada, hingga akhirnya mereka saat hari H lebaran ke Desa Majangtengah, Dampit. Mereka menginap semalam dan besoknya ditelepon Puskesmas Pasirian, menginfokan anaknya positif (covid-19)," katanya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Sep 2020 09:53 WIB

Specialized 'Bocorkan' Frame Ringan Terbaru

Gowes Bareng

Memang, bila dilihat bentuknya, frame itu tidak terlalu istimewa.

19 Sep 2020 09:48 WIB

Pertimbangkan Daerah Tunda Pilkada, Ini Solusi Terbaik

As’ad Said Ali

Berpotensi penyebaran Corona di arus bawah (grassroot)

19 Sep 2020 09:39 WIB

Ketua Komisi X DPR: Bantuan Pulsa PJJ Realisasikan Secepatnya!

Nasional

Sebab sampai sekarang bantuan kuota internet dari Kemendikbud belum turun

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...