Wali Kota Malang, Sutiaji bersama pereakilan mahasiswa asal Papua dan jajaran dari Dandim dan Kepolisian saat akan melakukan prosesi penanaman pohon perdamaian (Theo/ngopibareng.id)

Pasca Ricuh, Aliansi Malang Tunggal Ika Gelar Aksi Damai

Jawa Timur 23 August 2019 20:50 WIB

Ratusan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Malang Tunggal Ika, menggagas aksi damai "Indonesia Tersenyum" di Simpang Balapan Ijen, Kota Malang, pada Jumat 23 Agustus 2019, sekitar pukul 16.30 WIB.

Tujuan dari aksi damai tersebut untuk menjawab peredaran berita hoax terkait kondisi Malang Raya yang tidak ramah bagi pelajar dan mahasiswa. 

Pada aksi tersebut, juga diadakan parade kebudayaan di mana para mahasiswa memakai baju adat dari daerahnya masing-masing.

Tercatat ada perwakilan mahasiswa dari Papua, Dompu, Sumba, Lombok, Madura, Padang, Kalimantan dan Jawa.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang Raya, sebagai inisiator acara tersebut mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk merawat kebhinekaan di Indonesia.

"Kita ini saudara sebangsa dan se-tanah air, melalui acara ini kita buktikan bahwa di Malang kita bisa berkumpul bersama makan bersama dan tersenyum bersama," katanya.

Sutriadi menuturkan bahwa kegiatan ini digagas untul merekatkan kembali tali silaturahmi diantara para pemuda.

Senada dengan Sutriadi, Ketua Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia (GMNI) Malang Raya, Arief Budiman, menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan bentuk gerakan untuk merawat kebhinekaan.

"Saya sebagai Ketua GMNI Malang Raya bersama teman-teman HMI untuk menginisiasi aksi ini untuk mengukir senyum Indonesia di Malang Raya," kata pria yang juga sebagai mahasiswa di Universitas Brawijaya tersebut.

Arief menambahkan bahwa dalam aksi damai tersebut ia juga mengundang mahasiswa asal Papua yang berada di Malang Raya untuk ikut bergabung.

Perwakilan mahasiswa Papua asal Timika, David Awu, sangat mengapresiasi aksi damai tersebut.

"Saya berterimakasih kepada semua pihak. Ini membuktikan bahwa orang Malang tidak seperti yang dipikirkan. Masih banyak orang Malang yang berpikiran terbuka. Walaupun ada itu hanyalah oknum yang sengaja ingin ada percikan-percikan api yang berkobar sampai Papua sana," katanya.

David juga menuturkan bahwa kondisinya di Malang saat ini sudah aman dan tak ada yang perlu dikhwatirkan.

Wali Kota Malang, Sutiaji yang juga turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasinya atas inisiasi dari mahasiswa di Malang Raya. 

"Tentu kita berikan apresiasi kita tunjukkan kepada dunia bahwa malang dan Indonesia cinta perdamaian. Bahwa isu yg beredar di luar itu tidak ada," jelasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut para perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah mengucapkan sumpah pemuda.

Selain itu juga diadakan penanaman pohon perdamaian secara simbolik di Taman Simpang Balapan Ijen. Diadakan acara makan bersama.

Turut hadir dalam acara tersebut Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Ferry Muzawwd, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Tommy Anderson.

 

Selain itu turut hadir pula Kapolres Kota Malang, AKBP Asfuri, Kapolres Malang, Yade Setiawan Ujung, Kapolres Kota Batu, Budi Hermanto dan jajaran Forkopimda di Malang Raya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 May 2020 18:25 WIB

Khofifah Siapkan Skema Ponpes Buka di Tengah Covid

Pendidikan

Harus jalankan protokol kesehatan.

31 May 2020 17:55 WIB

Masa Transisi, TNI Jalankan Operasi Pendisiplinan di Malang Raya

Jawa Timur

Meskipun bebas dari PSBB warga harus disiplin jalankan protokol kesehatan.

31 May 2020 17:30 WIB

PSBB Usai, Khofifah Tegaskan Malang Raya Masuk Masa Transisi

Jawa Timur

Malang Raya masuk masa transisi menuju kenormalan baru.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...