Salah satu warga Kalibunt menjalani tes swab massal di balai desa setempat. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Pasca Jemput Jenazah Covid, 15 Warga Kalibuntu Di-Swab

21 Jan 2021 20:27

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Sebanyak 15 warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menjalani swab massal di kantor desa setempat, Kamis, 21 Januari 2021.

Hal itu buntut dari tindakan ratusan massa dari Kalibuntu yang mengambil paksa jenazah Covid-19 pada Sabtu sebelumnya, 16 Januari 2021 lalu.

Sebenarnya Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo menargetkan hanya melakukan tes swab terhadap keluarga dekat Rodiyah, 47 tahun, warga Kalibuntu yang meninggal karena Covid-19 di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.

Tetapi sebagian warga yang bukan keluarga Rodiyah, juga bersedia mengikuti tes swab. “Saya bersedia tes swab meskipun sebagian besar warga Kalibuntu pada kabur begitu mengetahui akan di-swab,” kata Budi Hartono, warga Kalibuntu.

Budi berterus terang memang ikut bersama warga lain ngeluruk ke RSUD Waluyo Jati untuk menjemput jenazah Rodiyah. “Untuk mengetahui kondisi kesehatan saya, ya di-swab,” ujar tetangga dekat Rodiyah itu.

Sebelumnya beredar kabar kalau pelaksanaan tes swab sangat menyakitkan. “Ternyata ‘okeran elung’ (pengambilan cairan hidung) tidak sakit, hanya geli,” katanya.

Sementara, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Kraksaan, Ponirin mengaku, tidak menduga ternyata warga Desa Kalibuntu bisa kooperatif saat di-swab. “Alhamdulillah semua warga yang kami undang untuk dites swab datang semua,” katanya.

Di antara kerumunan warga di balai desa tampak dua bocah, Rosa, 6 tahun dan Zahira, 8 tahun. Keduanya cucu Rodiyah, yang hendak mengikuti tes swab.

“Awalnya kedua anak saya gak mau di-swab, setelah saya bujuk akhirnya mau,” kata Eva Mardiana, ibu dari kedua bocah itu. Kedua bocah itu dianggap sudah melakukan kontal fisik dengan neneknya, Rodiyah saat di RSUD.

“Untuk memastikan kesehatan dua anak saya, biarlah mereka di-swab meskipun menangis saat okeran elung,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Puskesmas Kraksaan, dr. Nuryakub. “Anak-anak juga rawan tertular Covid-19, makanya perlu di-swab juga,” ujarnya.

Ia berharap, mudah-mudahan hasil tes swab semua warga Kalibuntu negatif. Dikatakan masyarakat memang harus terus diedukasi agar menaati protokol kesehatan seperti, mengenakan masker saat di luar rumah.