Beberapa pedagang harus diseprot desinfektan saat akan masuk Pasar Kapasan. (Foto: Ni'am Kurniawan/Ngopibareng.id)

Pasar Kapasan Dibuka, PD Pasar Terapkan Protokoler Kesehatan

Surabaya 18 April 2020 18:47 WIB

Setelah dua pekan Pasar Kapasan dan Pasar Grosir Surabaya (PGS) ditutup, akhirnya hari ini, Sabtu 18 April 2020 dibuka lagi. Namun, seluruh pedagang, karyawan, maupun pembeli wajib memakai masker.

Direktur Pembinaan Pedagang Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) M Taufiqurrahman mengatakan, aturan baru ini berlaku untuk semua orang. 

"Kita tidak perkenankan masuk bila tidak pakai maskes. Walaupun ada satu dua orang tidak pakai masker, kita suruh keluar pakai masker dulu. Tanpa alasan, baik pedagang maupun pengunjung wajib," katanya saat ditemui ngopibareng.id di Pasar Kapasan Jalan Kapasan Surabaya, Sabtu 18 April 2020.

Selain itu, ada 7 bilik sterilisasi yang dipasang di pintu masuk. Lima di lantai bawah atau dasar dan 2 di lantai dua. 

"Di lantai dasar ada lima, di lantai dua ada dua. Tapi yang utama kita optimalkan yang di pintu masuk. Jadi, sepeda motor yang mau masuk kita skrining di depan," katanya.

Selain menyiapkan hand sanitizer, pihaknya juga meminta kepada pedagang untuk menyediakan hand sanitizer di lapaknya, agar para pembeli bisa memakai ketika akan menyentuh barang dagangan.

"Kalo pedagang kita wajibkan menyediakan hand sanitizer di masing-masing toko, walaupun PD Pasar juga menyediakan, namun jumlahnya terbatas," katanya.

Kata Taufiqurrahman, para pedagang juga diwajibkan memakai sarung tangan saat menerima uang. "Kita juga menyampaikan kepada pengunjung agar selalu pakai hand sanitizer apabila mau pegang barang dagangan," katanya.

Taufiq juga melarang para pedagang atau karyawan melakukan pekerjaan di dalam pasar saat sedang sakit, meski bukan karena corona.

"Untuk karyawan yang sakit, meski bukan sakit karena corona tolong jangan dipaksakan untuk bekerja. Istirahat dulu, pulihkan kondisinya di rumah. Tapi kita tidak bisa mengindari, mereka untuk masuk, karena ini kan urusan perut," katanya. 

Taufiq berharap, baik pedagang dan pengunjung untuk tetap mematuhi kebijakan yang ada. Bila tidak dipatuhi, pasar akan ditutup lagi.

"Kalo ingin pasar tetap berjalan dan tidak ada penutupan, ya ayo lah kita semua ini sama-sama menjaga diri. Kesadaran masing-masing untuk tetap menggunakan masker," katanya.

Pantauan Ngopibareng.id, beberapa petugas terlihat berjaga di pintu masuk pasar mengamankan dan menegur para pengunjung yang tidak memakai masker. Di pintu utama juga dipasang pembatas dari besi, dengan satu petugas berseragam PDPS yang mengecek suhu setiap pngunjung datang.

Di pintu utama petugas melakukan skrining ketat. Barang dagangan yang akan dibawa masuk harus disemprot desinfektan terlebih dulu.

Kuli panggul juga terbagi dua. Ada yang mengangkut barang dari kendaraan hingga sebatas pintu masuk. Kemudian dari pintu masuk sudah ada kuli angkut sendiri untuk menjemput dagangan dari pintu setelah disemprot desinfektan.

Penulis : Ni'am Kurniawan

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 13:03 WIB

Film Hunt for Eagle One, Misi Tentara AS Melawan Pemberontak

Film

Misi marinir AS menyelamatkan kaptennya dari gerombolan pemberontak.

14 Aug 2020 12:45 WIB

ASN Terkonfirmasi Covid, Pemkot Batu Terapkan Kebijakan WFH

Jawa Timur

Diketahui ada 2 ASN di DPRD dan 1 ASN di Dinkes positif Covid-19.

14 Aug 2020 11:40 WIB

Presiden Jokowi Sindir Media Jangan Hanya Kejar Click dan Like

Nasional

Semestinya, media tidak dikendalikan teknologi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...