Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Marsudi Syuhud. (Foto: dok ngopibareng.id)

Para Petani pun Berjihad, PBNU: Untuk Kurangi Persoalan Pangan

Khazanah 04 April 2019 14:46 WIB

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Marsudi Syuhud menyatakan, bertani termasuk jihad karena untuk mengurangi persoalan pangan. Banyak negara yang kekurangan lahan dalam menanam pertanian untuk memenuhi pangan penduduknya, sehingga melirik Indonesia karena dinilai memiliki lahan yang luas. 

"Jihad dalam pertanian itu dalam Fathul Mu'in adalah termasuk daf'u dararin ma'sumin, (yaitu) mengurangi problem-problem persoalan dari pertanian," kata Marsudi, dikutip ngopibareng.id, Kamis 4 April 2019.

Menurut Marsudi, banyak negara yang kekurangan lahan dalam menanam pertanian untuk memenuhi pangan penduduknya, sehingga melirik Indonesia karena dinilai memiliki lahan yang luas. Beberapa negara tersebut di antaranya Taiwan, Hong Kong, dan Arab Saudi.

"Jihad dalam pertanian itu dalam Fathul Mu'in adalah termasuk daf'u dararin ma'sumin, (yaitu) mengurangi problem-problem persoalan dari pertanian," kata Marsudi Syuhud.

"Indonesia masih banyak lahan yang belum digarap, sehingga banyak negara yang pada datang ke sini (Indonesia)," ucapnya.

Sebelumnya, Marsudi Syuhud hadir dalam Rakernas Lembaga Pengembangan Pertanian PBNU di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Senin malam lalu. Lebih lanjut ia mengatakan, upaya mengurangi persoalan pertanian dapat dibagi dua. Pertama praktisi lapangan.

Untuk yang pertama, menurutnya, sebaiknya dilakukan oleh pengurus LPP NU di daerah untuk menjawab kebutuhan dunia dalam hal pertanian dengan acara bekerja sama dengan pemodal.

"Itu LPP yang di daerah harus menjawab kebutuhan dunia itu apa yang lagi in, lagi bagus ekonominya karena itu akan mengangkat (perekonomian)," kata Marsudi Syuhud.

Namun kalau LPP di daerah tidak mampu, sambungnya, maka harus dilakukan oleh LPP PBNU dengan cara mendorong pemerintah agar membuka lahan baru.

"Pemerintah harus membuat kebijakan dengan membuka lahan baru kemudian kita ikut memanejnya, memanej produk apa yang utama," ujarnya. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Aug 2020 14:30 WIB

DPD PDIP Surabaya Belum dapat Bocoran Rekom Balon Walkot

Pilkada

Hingga siang ini, DPD PDIP belum mendapatkan bocoran bakal calon walkot.

09 Aug 2020 18:11 WIB

Menjelang Rekom Turun, PDIP Surabaya Rapatkan Barisan

Pilkada

Siapa pun yang direkomendasi oleh Mega adalah yang terbaik

09 Aug 2020 17:17 WIB

Whisnu-Eri Dikabarkan dapat Rekom, DPD PDIP Tunduk ke Ketum

Pilkada

Pasangan dalam Pilwali berdasarkan rekom DPP dari Ketum PDIP.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...