Pantau Denyut Jantung Lewat Sensor Pulse Oksimeter pada Android

13 Oct 2018 13:30 ngopiHealth

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2016, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Penderita jantung koroner biasanya mengalami masalah irama jantung (aritimia).

Bentuk aritmia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu takikardia (detak jantung di atas normal dalam kondisi beristirahat), dan bradikardia (detak jantung di bawah normal).

Biasanya, salah satu alat yang digunakan untuk memantau laju denyut jantung adalah pulse oksimeter. Alat ini berfungsi untuk mengukur kadar oksigen dalam tubuh dengan satuan persen. Dengan memanfaatkan sensor dari alat tersebut, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Ivan Muljono mengembangkan alat pemantau denyut jantung berbasis Android.

Untuk cara kerjanya, alat pemantau jantung dijepit pada bagian jari telunjuk tangan kiri. Setelah terhubung pada jaringan internet, alat akan mendeteksi kapasitas baterai terlebih dulu sebelum mulai mengukur kecepatan denyut jantung.

Jika jaringan internet dan kapasitas baterai memadai, pengukuran denyut jantung dapat dilakukan. "Apabila alat mendeteksi kecepatan jantung yang tidak normal, alat dapat memberikan alarm dan lampu indikator, serta dapat mengirimkan notifikasi ke ponsel pintar berbasis Android milik pengguna," jelas Ivan.

Alat Pemantau Laju Denyut Jantung yang Berpotensi Aritmia dengan Memanfaatkan Sensor Pulse Oksimeter Berbasis Android Karya Ivan Muljono
Alat Pemantau Laju Denyut Jantung yang Berpotensi Aritmia dengan Memanfaatkan Sensor Pulse Oksimeter Berbasis Android Karya Ivan Muljono.

Dalam pembuatan alat tersebut Ivan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Bahkan ia juga mengaku sering mengalami serangkaian trial and error dalam proses pembuatannya. “Pengalaman yang paling berkesan sewaktu troubleshooting alat yang sudah didesain, tapi masih tidak bisa digunakan,” ungkap Ivan.

 

Dengan adanya alat pemantau denyut jantung, Ivan berharap penelitiannya dapat menjadi sumber inspirasi bahwa kesehatan itu perlu diperhatikan. “Apalagi mahasiswa perlu untuk mempelajari perkembangan teknologi pada bidang medis, terutama yang bisa terkoneksi dengan jaringan internet agar kondisi pasien yang menggunakan alat medis dapat dipantau jarak jauh,” pungkasnya. (amm)

Reporter/Penulis : Amanah Nur Asiah
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini