Konferensi pers Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramino di Monas, Selasa 3 Desember 2019. (Foto: Istimewa)
Konferensi pers Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramino di Monas, Selasa 3 Desember 2019. (Foto: Istimewa)

Pangdam Jaya: Ledakan Granat di Monas Murni Kecelakaan

Ngopibareng.id Nasional 03 December 2019 11:55 WIB

Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono menyebut pihaknya dan Polri masih mendalami asal muasal meledaknya granat asap di Kompleks Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 3 Desember 2019 pukul 07.00 WIB.

"TNI dan Polri masih mendalami granat asap dibuat oleh pabrik atau rumahan," ucapnya saat konferensi pers bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy.

Granat asap biasa dipakai untuk mengelabuhi musuh. Namun demikian, Pangdam Jaya menegaskan, ledakan granat asap yang melakai dua prajuritnya tersebut murni sebuah kecelakaan biasa. Tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme.

"Kami tinggal menunggu keterangan korban tentang asal usul granat asap tersebut. Dua anggota TNI yang terkena ledakan, yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan," tegas Eko Margiyono.

Granat asap disebut Pangdam Jaya meledak dalam genggaman tangan kiri Serka Fajar. Kedua tangannya mengalami luka akibat ledakan, tapi tangan kirinya mengalami luka lebih parah.

Sedangkan rekannya di Garnisun, yakni Praka Gunawan mengalami luka di bagian pahanya. Kedua korban tengah mendapatkan perawatan medis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

"Saya tegaskan sekali lagi, kejadian ini murni kecelakaan, tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme," kata Pangdam Jaya.

Ia menyebut, granat asap tidak mematikan hanya mengeluarkan asap. Sehingga, seperti yang dilihat publik dari video dan foto-foto korban ledakan yang viral di media sosial, tampak korban masih dalam kondisi sadar meski anggota tubuhnya terluka dan berdarah-darah.

"Tapi tetap granat asap menimbulkan ledakan," ujarnya.

Senada dengan Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramino, memastikan ledakan di Monas adalah granat asap bukan bom seperti yang viral di media sosial.

Aparat kepolisian tengah mendalami asal usul granat asap tersebut bagaimana bisa sampai di tangan dua anggota TNI. Padahal keduanya diketahui tengah berolahraga pagi bersama rekan-rekannya.

Lokasi kejadian berdekatan dengan Istana Merdeka Jl Merdeka Utara. Selain itu, kawasan Monas juga mempunyai jarak yang dekat dengan Istana Negara, Kantor Wapres, Kantor Kementerian Dalam Negeri dan Gedung Mahkamah Agung.

Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) sendiri sudah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara. Monas sudah kembali dibuka untuk umum. Sedangkan arus lalu lintas di kawasan Jl Merdeka Utara juga sudah kembali normal usai ditutup sesaat.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Nov 2020 08:03 WIB

Ketika Negara Dibonsai, Abdi Masyarakat pun Bertindak

As’ad Said Ali

Pencopotan spanduk mengobati kecemasan hindarkan amuk masa

21 Nov 2020 15:14 WIB

Selamat Jalan Fadil, Selamat Datang di Rumah Irjen Nico Afinta

Jawa Timur

Nico Afinta bangga bisa kembali ke Jawa Timur.

20 Nov 2020 19:15 WIB

Dukung Penurunan Baleho Rizieq, Kapolda Metro: Harus Bayar Pajak

Nasional

Irjen Pol Fadil Imran juga tindak tegas kerumunan massa.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...