Petani saat memanen blewah di sawah. (Foto: Nasih/ngopibareng.id)

Kemarau Panjang, Petani Blewah Lamongan Raup Untung Belasan Juta

Jawa Timur 30 September 2019 12:14 WIB

Kekeringan yang terjadi hampir di berbagai wilayah di Lamongan akibat musim kemarau, tak selamanya menjadi bencana bagi masyarakat, khususnya warga para petani. Seperti yang dialami petani blewah di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabuparen Lamongan. Mereka justru sedang menuai berkah.

"Alhamdulillah, tahun ini panen buah blewahnya melimpah," ungkap Suyuti, seorang petani blewah, saat ditemui ngopibareng.id.

Suyuti mengatakan bahwa para petani blewah yang sudah memanen kini tak perlu repot lagi menjual dan mendistribusikan hasil panen ke sejumlah pasar. Karena para tengkulak dari Surabaya dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur dengan sendirinya datang dan membeli buah blewah yang petani panen.

"Ada tengkulak dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Mereka datang langsung ke sini untuk kulakan," ungkapnya, Senin, 30 September 2019.

Harga yang dipatok petani saat ini tergantung dari kuantitas buah yang dibeli oleh pembeli. Jika ada yang membeli dengan jumlah banyak, akan ada harga khusus. Sedangkan untuk pembeli eceran tentu harganya akan lebih mahal dibandingkan beli dalam jumlah banyak.

"Untuk tengkulak, kita beri harga 4 ribu per kg. Sedangkan untuk pengecer kita kasih harga 5-6 ribu perkilonya. Kalau belinya banyak kita kasih harga murah," terangnya.

Ia mengaku, tahun ini harga jual blewah lebih murah dibanding tahun sebelumnya yang harganya melambung. Menurutnya, hal tersebut lantaran dibarengi dengan panen raya blewah di wilayah Jawa Tengah.

"Harga sedikit turun tapi kami tidak mengalami kerugian, karena bisa dikatakan panen kali ini hasil berbuahnya dua kali lipat daripada musim panen sebelumnya," ujarnya.

Suyuti dan petani lain mengaku masih dapat untung dari hasil panen yang melimpah. Apalagi, petani tidak perlu menjual ke pasar desa maupun di kota. Karena para tengkulak datang langsung ke ladang, sehingga bisa menghemat biaya transportasi.

Kata Suyuti, selama bertahun-tahun, ia bercocok tanam dengan menyewa lahan milik desa. Namun meski masih harus menyewa lahan, dia tetap bisa mendapatkan untung.

"Kalau untuk lahan, seperempat hektar itu Rp 1 juta harga sewanya," tuturnya.

Sembari merinci sejumlah biaya yang dikeluarkan sebagai modal awal, dirinya juga menyebut jika bercocok tanam blewah memang sangat menguntungkan.

"Modal untuk tanam blewah berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta, jika sudah panen keuntungan bisa mencapai 5 juta hingga Rp 13 juta, tergantung luas lahannya," ungkapnya.

Penulis : Nasih Farihuddin

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Oct 2019 21:30 WIB

Bantu Petani, Tim Diseminasi Unisla Ciptakan Pengering Portable

Pendidikan

Mereka prihatin akan kesulitan yang dialami para petani dalam mengeringkan padi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...