Nuansa Ramadhan dalam Karya Fotografi

14 May 2019 23:45 Serba-serbi

Dua fotografer yang tergabung dalam Communication Photography Club (Ciphoc) Unitomo, Robertus Risky dan Ahmad Mukti menggelar pameran fotografi bertema 'Tiba-Tiba Ramadhan'.

Pameran ini berlangsung selama empat hari, mulai Selasa, 14 Mei 2019 hingga Jumat, 17 Mei 2019 di Gedung F lantai 1 Universitas Dr Soetomo.

Potret-potret khas Ramadan dipamerkan, mulai sholat taraweh, mengaji, ngabuburit, mudik, pawai obor, dan berbagai aktivitas lainnya.

Ahmad Mukti, salah satu fotografer yang ketua pelaksana mengatakan, pameran ini diinisiasi melalui obrolan bersama. Mereka berdiskusi tentang apa yang cocok digelar selama bulan Ramadan. Akhirnya tercetuslah pameran fotografi ini. Itulah mengapa pameran ini bertema 'Tiba-tiba Ramadan'.

"Pameran ini kami persembahkan kepada mahasiswa Unitomo dan publik untuk meningkatkan antusias dalam beribadah selama bulan Ramadan," ujar Ahmad Mukti, saat ditemui dalam acara pameran.

Ahmad Mukti menceritakan, pameran ini dipersiapkan selama satu minggu dan menghadirkan 25 karya yang masing-masing dipamerkan dengan ukuran 16 R.

"Kali ini saya menghadirkan 14 karya fotografi. Ini merupakan karya saya sejak tahun kemarin. Foto-foto saya didominasi berlatar belakang masjid, kebanyakan aktivitas beribadah, ada juga momen lainnya seperti aktivitas menjelang magrib di Kebun Bibit dan lain sebagainya," ujar Ahmad Mukti.

Beberapa karya foto yang di pamerkan di TibaTiba RamadhanFoto istimewa
Beberapa karya foto yang di pamerkan di 'Tiba-Tiba Ramadhan'(Foto: istimewa)

Sementara, Robertus, menghadirkan 11 karya fotografi yang banyak berlokasi di Surabaya. 

Ia menjelaskan, setting tempat foto yang diambil berlatar tempat ibadah, ada juga tempat lainnya seperti pantai kenjeran. Yang jelas, karya-karya yang dihadirkan merupakan potret serba-serbi Ramadhan baik ketika menyambut hingga pemantauan hilal, sholat ied, dan mudik.

"Menurut saya, banyak aktivitas selama Ramadhan, khususnya yang dilakukan oleh umat muslim untuk mencari pahala. Kami menyentuhnya melalui hal yang berbeda. Biasanya kan ada yang melakukan bagi-bagi takjil, kali ini kami menyuguhkannya dalam karya fotografi," ujar Robertus.

Arwinda, salah satu pengunjung, mengatakan ide pameran foto nuansa ramadan sangat baik. Pameran ini sekaligus untuk menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka. 

"Ide pameran yang ditampilkan menurut saya cukup bagus dan ide yang baru. Sebab,  menangkap momen saat ramadhan yang tak semua orang menyadari bahwa ramadhan merupakan momen beragam seperti sholat tarawih, berdagang, dan lain halnya," kata wanita asal Surabaya ini. 

Menurut wanita berusia 25 tahun,  pameran ini sekaligus menunjukan bahwa ramadhan tidak hanya beribadah, tapi juga mencakup banyak hal. (pts) 

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini