Paman Jokowi Dikalahkan Sopir Bus di Pilkades Sragen

27 Sep 2019 04:03 Human Interest

Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tuntas digelar Kamis, 26 September 2019.

Satu per satu hasil pesta demokrasi tingkat desa ini pun mulai bermunculan. Wahyono, paman Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya ikut mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang.

Namun, secara mengejutkan Wahyono justru kalah. Berdasarkan hasil pilkades Hadiluwih, Wahyono yang mendapatkan nomor urut 2, hanya menduduki peringkat ketiga. Perolehan suaranya hanya 803.

Sementara peringkat pertama justru diduduki oleh Kuswandi, dengan perolehan 1.087 suara. Uniknya, Kuswandi yang berhasil mengalahkan paman Presiden ini, hanya berprofesi sebagai sopir bus.

Kuswandi bekerja di PO Hadi Mulyo, bus penumpang dengan trayek Pasar Legi-Sumber Lawang.

"Kuswandi sejak kecil sudah jadi kernet bus. Lalu dipercaya sebagai sopir. Beberapa tahun terakhir sudah bisa membeli satu bus bekas miliknya sendiri," ujar Sardi, warga Dukuh Kedungdowo tetangga Kuswandi.

Setelah penghitungan suara memastikan kemenangan Kuswandi, tak ada perayaan berlebihan yang dilakukan. Hanya menurut Sardi, banyak warga yang bergembira karena kemenangan ini mengembalikan tradisi Kades Hadiluwih yang banyak berasal dari Dusun Kedungdowo.

Kekalahan Wahyono ini dibenarkan Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanudin. Menurutnya, Wahyono menerima hasil pilkades dengan legowo.

"Hasil pilkades memang Pak Wahyono harus narimo ing pandum. Tapi beliau legowo (ikhlas). Secara keseluruhan pilkades berjalan lancar dan aman," terang kapolsek.

Wahyono banyak dikenal warga sebagai adik dari Miyono Notomihardjo, ayahanda Presiden Jokowi. Ia lama tinggal di Desa Kragan, Kabupaten Karanganyar, tempat Jokowi dilahirkan.

Di Hadiluwih, Wahyono bekerja sebagai pengusaha produsen tusuk sate dari bambu. Oleh warga diakui usahanya ini cukup berhasil.

"Mbah Wahyono itu dulunya bekerja sebagai carik di Desa Kragan, Karanganyar. Sudah 20 tahun terakhir pindah ke sini (Desa Hadiluwih). Awalnya jualan kayu, terus beberapa tahun terakhir usaha tusuk sate miliknya berkembang pesat. Hingga akhirnya mencalonkan diri sebagai kepala desa," ujar Didik, salah satu tetangga Wahyono.

Selain Wahyono dan Kuswandi, calon Kades Hadiluwih lainnya ialah Sufyani. Ia hanya memperoleh 26 suara. Lantas ada nama Bambang Susilo yang meraih 1.053 suara, dan Suharno raihan suaranya hanya sebanyak 230.