Gadis Muslimah 12 Tahun Dipaksa Lepas Jilbab, Air Canada Dikecam

26 Aug 2019 19:34 Internasional

Maskapai penerbangan terbesar Kanada menjadi sorotan dunia. Itu setelah Air Canada diduga memaksa seorang gadis berusia 12 tahun untuk melepas jilbabnya dengan alasan “keamanan”.

Insiden ini memicu reaksi dari masyarakat luas di media sosial di seluruh dunia.

Seorang karyawan Air Canada yang diidentifikasi sebagai manajer penerbangan memanggil dan memaksa Fatima Abdelrahman, seorang Muslimah yang juga pemain di tim Squash AS, untuk melepas jilbabnya saat ia hendak memasuki pesawat.

Abdelrahman melakukan penerbangan dari San Francisco ke Toronto pada 1 Agustus lalu bersama timnya.

“Petugas di pintu masuk pesawat meminta saya melepas jilbab saya meskipun saya sudah melewati pos keamanan dan mereka telah memeriksa paspor saya,” kata Abdelrahman, dikutip ngopibareng.id, dari edmontonjournal.com, Senin 16 Agustus 2019.

Dia juga menambahkan bahwa dia meminta kamar kosong setelah staf bersikeras agar dia melepaskan jilbabnya, namun mereka malah “membawanya ke sudut” dan memaksanya untuk “dengan cepat melepas jilbabnya.”

Insiden ini menjadi besar dan diketahui publik setelah saudara perempuannya Sabreen Abdelrahman menceritakan tentang insiden itu di media sosial.

Maskapai penerbangan Air Canada di Bandara Fotoedmontonjournalcom
Maskapai penerbangan Air Canada di Bandara. (Foto:edmontonjournal.com)

“@AirCanada tolong jelaskan mengapa Anda menarik kakak perempuan saya yang berumur 12 tahun untuk penerbangan 758 agar dia melepaskan jilbabnya DI GERBANG ?? SETELAH dia sudah melewati keamanan ?? Thx karena telah merusak pengalamannya sebagai pemain Squash Tim Nasional AS pertama di Hijab + pertama kali dia bepergian sendirian,” tulis Sabreen di Twitter, sebagaimana dilansir Daily Sabah pada Selasa 6 Agustus 2019.

Setelah kejadian itu menyebar, banyak pengguna media sosial yang menyampaikan dukungan mereka untuk Fatima Abdelrahman dan menuduh maskapai Kanada tersebut telah berprasangka buruk.

Di lain pihak, perusahaan maskapai penerbangan Air Canada mencoba untuk mengendalikan situasi dan meminta maaf melalui tweet balasan.

“Halo Sabreen, kami benar-benar menyesal mendengar tentang insiden ini, dan kami tentu memahami kekhawatiran Anda. Bolehkah Anda, tolong beri kami referensi pemesanan putri Anda sehingga kami bisa menindaklanjutinya dengan lebih baik?” tulis Air Canada melalui tweet balasan.