Situs cari jodoh shaadi.com diprotes penguna karena menerapkan filter pemutih kulit. (shaadi.com)

Pakai Filter Pemutih Kulit, Situs Perjodohan Diprotes

Aplikasi 23 June 2020 15:55 WIB

Shaadi.com diprotes penggunanya lantaran menerapkan filter pemutih kulit pada lamannya. Shaadi.com adalah laman cari jodoh yang sebagian besar diikuti oleh penduduk Asia, terutama India.

Hetal Lakhani adalah pengguna situs shaadi.com. Ia menggalang petisi lantaran tak sepakat dengan filter pemutih kulit yang harus diisi oleh penggunanya, ketika hendak mengunggah foto diri. Menurut Hetal, filter itu menggambarkan masalah rasial yang banyak dijumpai di masyarakatnya.

"Saya ingin mengatasi masalah ini dan mulai membuat perubahan. Sehingga saya mulai membuat petisi," kata Hethal, keturunan India yang tinggal di Dallas, Amerika Serikat. Ia bergabung dengan shaadi.com lantaran ingin bertemu jodoh dari latar belakang budaya yang sama.

Petisinya kemudian diikuti lebih dari 1.500 warganet dalam waktu tak lebih dari 14 jam, dan membuat shaadi.com menghapus filter pemutih kulit pada laman mereka.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh BBC, shaadi.com mengatakan jika filter itu "tak memiliki fungsi apapun", dan hanyalah "produk sampah yang terlupa untuk dihapus". Direktur Marketing shaadi.com mengatakan, "kami percaya jika cinta datang dalam berbagai bentuk dan warna".

Warna kulit menjadi salah satu masalah sosial bagi penduduk di India. Sejumlah orang tua disebutkan enggan memiliki menantu yang memiliki kulit lebih gelap dibanding anaknya.

Sentimen terhadap masalah rasial semakin menguat muncul di India, mengikuti tewasnya George Floyd di Amerika Serikat dan lahirnya gerakan "Black Live Matter". Di India, industri perfilman Bollywood dituding menjadi salah satu sektor yang menyumbang masalah rasial di India, namun di sisi lain turut mendukung gerakan anti rasisme.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Jul 2020 23:23 WIB

Metro TV Minta Polisi Usut Tuntas Terbunuhnya Yodi Prabowo

Nasional

Ada dugaan Yodi tewas dibunuh.

10 Jul 2020 23:19 WIB

Ganjar Pranowo: Alumni UGM Kangslupan Demit

Nasional

Mas, mau liat AD/ART-nya seperti apa, kok organisasi alumni ne hebat.

10 Jul 2020 23:07 WIB

840 ASN Pemprov Jatim Jalani Tes Usap PCR, 98 Positif Covid-19

Jawa Timur

Sebelumnya, pemprov Jatim menemukan 98 ASN terkonfirmasi positif corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...