Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama (dari kanan) Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana, CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih (ketika kanan) serta Bupati Morowali Anwar Hafid meninjau salah satu pabrik smelter nikel yang beroperasi di Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah, Rabu. (Foto: Kemenperin)

Pabrik Smelter Nikel Rp76 Triliun Dibangun di Konawe Utara

Ekonomi dan Bisnis 18 January 2018 10:36 WIB

Perusahaan pertambangan asal Korea Selatan (Korsel), Made By Good (MBG) Group melalui anak usahanya PT MBG
Nikel Indonesia memulai pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Konawe
Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, dengan nilai investasi proyek yang diperkirakan mencapai Rp76 triliun.

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Konawe Utara yang berperan serta dalam menarik
investor dari sektor industri,” kata Direktur Pengembangan Wilayah Industri I Kementerian Perindustrian,
Arus Gunawan melalui keterangannya di Jakarta, Rabu 17 Januari.

Arus menyampaikan, pihak perusahaan sudah melakukan peletakan batu pertama pada 2 Januari 2018. Pada
kesempatan tersebut, Arus turut hadir menyaksikan prosesnya bersama Bupati Konut Ruksamin, Presiden
Direktur MBG Group Lim Dong Pyo dan Komisaris PT MBG Nikel Indonesia Jang Jongsoo.

Rencananya, pembangunan pabrik smelter nikel ini akan selesai selama dua tahun ke depan secara bertahap
dan ditargetkan menyerap ribuan tenaga kerja. Selain itu, luas lahan yang digunakan sekitar 311 hektare.

Arus pun menegaskan, aktivitas pabrik smelter merupakan salah satu upaya implementasi dari kebijakan
hilirisasi industri yang membawa efek berantai terhadap perekonomian daerah dan nasional. Bahkan, dapat
memperkuat struktur industri nasional sehingga akan lebih kompetitif di kancah global.

“Produk dari pabrik ini sangat diperlukan untuk indutri hilir di dalam negeri sehingga akan berkontribusi
memenuhi kebutuhan pasar domestik. Selain itu mampu meningkatkan daya saing produk kita baik di skala
nasional maupun internasional,” paparnya.

Ruksamin berharap, pembangunan pabrik smelter ini bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di
Konut, terutama dengan membuka lapangan pekerjaan baru. “Mohon doa dan dukungan masyarakat Konut agar
semua pembangunan berjalan lancar sesuai yang diharapkan kita semua. Ini merupakan kado HUT ke-11 Konut
yang kami persembahkan untuk warga Konut,” tuturnya.

Sementara itu, Lim Dong Pyo mengungkapkan, pihaknya antusias dan optimistis dalam berinvestasi di
Indonesia khususnya di Konut.

“Kami senang dengan sambutan masyarakat di sini. Ini menjadi kampung halaman kedua kami. Karena sambutan
yang sangat luar biasa ini, kami ingin lebih cepat membangun pabrik smelter nikel di Konut,” ujarnya.

Sejak MBG berdiri selama sembilan tahun di Korsel, Indonesia tercatat sebagai negara ketiga lokasi
investasi smelter setelah Amerika dan Rusia. Untuk investasi smelter di Konut ini, pihaknya telah
berkoordinasi dan mendapat rekomendasi langsung dari Presiden Korsel.

Tidak hanya membangun smelter, menurutnya, investasi MBG Group akan juga merambah sektor lain seperti
tambak udang, pendidikan dan pelatihan untuk para petani, serta pengiriman mahasiswa lokal berprestasi
untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi di Korsel. “Kami berharap dengan kerja sama ini memberikan
lapangan kerja besar buat seluruh masyarakat dan juga bagi mahasiswa asal Konut yang akan melanjutkan
pendidikan di Korsel,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, Kemenperin fokus menjalankan kebijakan
hilirisasi industri, salah satunya di sektor logam.

“Indonesia tengah menargetkan produksi 10 juta ton baja pada tahun 2025. Di samping itu, akan menghasilkan
stainless steel sebanyak empat juta ton pada 2019,” ungkapnya. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Apr 2018 13:40 WIB

Pemerintah Targetkan Smelter Alumina Mempawah Berproduksi 2020

Ekonomi dan Bisnis

Smelter alumina adalah salah satu dari sejumlah proyek strategis yang akan digarap Holding BUMN Tambang sebagai percepatan hilirisasi tambang

21 Dec 2017 17:17 WIB

Janji Genjot Produktifitas, Presdir PT Smelting Gresik Temui Gubernur Soekarwo

Ekonomi dan Bisnis

Gubernur Jawa Timur terus mendorong industri Smelter untuk mengembangkan pabrik. Harapan itu disampaikan kepada PT Smelting Gresik yang selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian Jatim.

23 Oct 2017 18:02 WIB

Pakde Karwo Tawarkan Pembangunan Smelter Pada Singapura

ngopibareng di Grahadi

Surabaya : Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menawarkan investasi di bidang smelter kepada para pengusaha Singapura. Selain berprospek bagus karena bisa meningkatkan industrialisasi, keberadaan smel

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.