Pabrik Gula Kedawung Targetkan Produksi Gula Capai 22.500 Ton

15 May 2019 10:00 Ngopibareng Pasuruan

Tahun ini, Pabrik Gula (PG) Kedawung mentargetkan produksi gula sebanyak 22.500 ton. Tak main-main, target tersebut optimis dapat dicapai dalam satu kali musim giling, yakni 140-150 hari.

General Manager PG Kedawung, Fajar Lazuardi mengatakan, sehari pihaknya mentargetkan dapat menggiling tebu dengan kapasitas 2400 ton. Apabila dikalkulasikan dengan jumlah total lama waktu giling tebu, PG dapat menggiling sebanyak 300 ribu ton tebu.

Tebu-tebu tersebut berasal dari para petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan, seperti Rejoso, Nguling, Grati, Pohjentrek, Rembang, dan lainnya. Serta dari wilayah terdekat dari Pasuruan, yakni Probolinggo, Malang, Gresik, Lumajang, dan Mojokerto.

“Yang paling mendukung tercapainya target produksi gula kami ya tebu itu sendiri. Alhamdulillah kerja sama dengan para petani tebu sangat baik, sehingga Insya Allah target kita akan tercapai sesuai waktunya,” kata Fajar.

Gula produksi PG Kedawung berjenis Gula Kristal putih (GKP) dengan rendemen atau kandungan gula dalam batang tebu sebesar  rata-rata 7,5%. GKP yang diproduksi adalah gula konsumsi, sehingga bisa dipergunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat, termasuk warga sekitar pabrik.

“Semoga dengan cuaca yang baik dan operasional lancar, target bisa dicapai. Gula yang kami produksi adalah gula konsumsi, bukan gula rafinasi yang biasanya dipakai untuk industri. Silahkan kalau ada masyarakat yang ingin membeli, kami pasti melayani,” tutur Fajar.

Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa saat ini, pihaknya telah memperbaiki kerusakan pada mesin-mesin penggiling tebu hingga proses terakhir menjadi gula. Selain itu, proses produksi gula dilakukan dengan cepat, sehingga mengurangi resko kehilangan gula dengan jumlah yang banyak.

“Intinya adalah kecepatan. Kalau sering mesin berhenti, maka sudah pasti target tidak akan tercapai. Kecepatan produksi plus diimbangi dengan kondisi mesin yang bagus,” jelas Fajar. (emil)

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini