Optimistik Menatap Masa Depan, Ini Titik Temu yang Mendamaikan

11 Apr 2019 10:34 Nasional

Sebuah pertemuan khusus "Titik Temu: Persaudaraan Insani, Hidup Damai dan Hidup Berdampingan", digelar bersama The Wahid Institute, Nurcholish Madjid Society, The Maarif Institute dan Gusdurian. Bertempat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, menghadirkan sejumlah tokoh Nasional, seperti Buya Syafii Maarif, Ny Sinta Nuriyah Wahid, M Mahfud MD, dll.

Titik Temu dimaksud, tak lain adalah elaborasi gagasan sentra pemikir Indonesia Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid, dua sosok Guru Bangsa yang mewariskan gagasan bagi persaudaraan umat manusia.

Untuk mengetahui gambaran pertemuan tersebut, berikut ngopibareng.id menghadirkan catatan KH Husein Muhammad, aktivis Fahmina Cirebon. (Redaksi):

Pada Rabu pagi, 10 April 2019 di Hotel Ritz Carlton aku hadir dalam acara Titik Temu. Aku menyampaikan pandangan di bawah ini :

Dalam situasi Indonesia hari ini, saya menemukan pandangan Martin Luther King Jr, yang menghentak kesadaran :

علينا ان نتعلم العيش معا كاخوة
او الفناء معا كاغبياء

وفى النهاية لن نذكر اعداءنا
بل صمت اصدقاءنا

"Kita harus belajar hidup bersama bagai saudara, atau kita binasa bersama sebagai orang-orang dungu".

"Pada akhirnya, kita tidak akan mengingat (kehebatan/kejahatan) lawan/musuh-musuh kita, tetapi diamnya teman-teman kita".

Ekspresi-ekspresi kemanusiaan yang menjadi cita-cita seluruh agama, lahir dari kesamaan Akar yang bersifat Teologis. Seorang sufi martir terkenal Syeikh Husein Manshur al-Hallaj menyenandungkan sebuah puisi yang memukau tentang hal ini:

تَفَكَّرْتُ فِى الْاَدْيَانِ جِدَّ تَحَقُّقٍ
فَأَلْفَيْتُهَا اَصْلاً لَهُ شُعَبًا جَمَّاَ

فَلَا تَطْلُبَنْ لِلْمَرْءِ دِيْنًا فَإِنَّهُ
يُصَدُّ عَنِ الْاَصْلِ الْوَثِيْقِ وَاِنَّمَا

يُطَالِبُهُ اَصْلٌ يُعَبِّر عِنْدَهُ
جَمِيْعُ الْمَعَالِى وَالْمَعَانِى فَيَفْهَمَا

Aku telah merenung amat panjang agama-agama
Aku temukan satu Akar dengan begitu banyak cabang
Maka jangan kau paksa orang memeluk satu saja
Karena itu akan memalingkannya dari Sang Akar
Akar memintanya mencari sendiri
Keanggunan dan keindahan semesta
akan membawanya menemukan Akar itu
Maka dia akan mengerti
(Diwan al-Hallaj, 50)

اَلْاَدْيَانُ وَاِنْ اختَلَفَتْ فِى الشَّعَائِرِ فَالْغَرَضُ مِنْهَا جَمِيْعِهَا الْوُصُولُ اِلَى الله.

"Agama-agama, meski berbeda-beda dalam atribut dan cara tetapi tujuannya sama : bertemu Tuhan".

عباراتنا شتى وحسنك واحد
وكل الى ذاك الجمال يشير

"Bahasa kita berbeda-beda tetapi Yang Indah adalah satu
Masing-masing kita menuju kepada Yang indah Yang Satu itu".

"Pada akhirnya, kita tidak akan mengingat (kehebatan/kejahatan) lawan/musuh-musuh kita, tetapi diamnya teman-teman kita".
Pertemuan para tokoh dalam
Pertemuan para tokoh dalam

Al-Quran menyatakan :

لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا

Untuk masing-masing agama Kami jadikan jalan dan cara yang berbeda-beda. Atas dasar ini Ibnu Jarir al-Thabari menyatakan :

الدين واحد والشريعة مختلفة

"Agama itu Satu, cara dan jalannya berbeda-beda".

والأنبياء إخوة لعلات؛ أمهاتهم شتى ودينهم واحد ؛ رواه الشيخان.

Para Nabi adalah bersaudara. Mereka lahir dari asal yang sama.
Jalan hidup mereka beragam tetapi agama mereka satu

Agama dan para utusan Tuhan hadir di muka bumi membawa untuk apa?

Al-Qur'an menyatakan :

الۤرٰ ۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ

Ayat al-Qur’ān ini menunjukkan bahwa al-Qur’ān dihadirkan ke muka bumi dalam rangka membebaskan manusia dari situasi dunia yang gelap menuju dunia yang bercahaya. Imām al-Qurthubī menafsirkan kata “adh-dhulumāt”(kegelapan) sebagai "al-jahl" (kebodohan) dan "al-Kufr" (pengingkaran terhadap kebenaran) dan penindasan (al-Dhulm). Sedangkan kata ”an-nūr” (cahaya) sebagai keimanan (al-īmān), ilmu pengetahuan (al-‘ilm) dan keadilan (al-'Adl).

Para sarjana sepakat menyatakan :

اَلْاَدْيانُ كُلُّهَا طُرُقٌ اِلَى اللهِ وَكُلُّهَا تَقُوْدُ الْاِنْسَانَ اِلَى الْمَثَلِ الْاَعْلَى

Semua agama adalah jalan menuju Tuhan dan semuanya membimbing manusia mencapai moral ideal.

الاديان كلها طرق للفضيلة والصلاح والوءام والعدل والرحمة والمحبة والسلام لاللفساد والجهل والظلم والافتراق والبغضاء والعنف وهذا هو الغرض من الاديان

Semua agama adalah hadir untuk membimbing manusia ke jalan hidup utama, menciptakan kehidupan sosial yang baik dan persaudaraan, keadilan, kasih sayang dan cinta bukan untuk menciptakan kerusakan, membodohi, permusuhan, saling membenci dan kekerasan. Ini adalah tujuan semua agama.

الخلق كلهم عيال الله واحبهم اليه انفعهم لعياله

"Semua makhluk adalah keluarga Tuhan. Yang paling dicintai-Nya adalah yang banyak memberi manfaat bagi keluarganya".

"Ada beribu jalan menuju Tuhan. Tetapi jalan terbaik, terdekat dan tercepat adalah memberi rasa nyaman kepada orang lain".

Agama hadir untuk menjadi lilin yang menerangi hati dan mencerahkan pikiran, bukan bikin hati menjadi gelap dan pikiran jadi beku.

Agama dipeluk karena menghadirkan pesona keramahan dan kasih, bukan kemarahan dan kebencian

Agama hadir untuk mempersatukan dan mempersaudarakan umat manusia bukan menceraiberaikan dan menciptakan permusuhan.

"Politik adalah berpikir untuk menemukan jalan yang benar dan bekerja sampai batas taktertanggungkan bagi kebahagiaan semua manusia". (Gus Dur).

 

10.04.19
HM (dari akun facebook Husein Muhammad)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini