Pencanangan Operasi Yustisi yang diawali dengan pembagian 34.355.019 masker secara serentak bersama Menteri BUMN, Erick Tohir. (Foto: Dok. Satgas Covid-19)
Pencanangan Operasi Yustisi yang diawali dengan pembagian 34.355.019 masker secara serentak bersama Menteri BUMN, Erick Tohir. (Foto: Dok. Satgas Covid-19)

Operasi Yustisi Disiplin Protokol Kesehatan dengan Penindakan

Ngopibareng.id Nasional 11 September 2020 06:03 WIB

Pemerintah mencanangkan Operasi Yustisi yang diawali dengan pembagian 34.355.019 masker secara serentak. Agenda ini untuk membudayakan dan memperketat disiplin protokol kesehatan di kehidupan masyarakat. Selain itu, Indonesia juga tengah menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di 270 kabupaten/kota.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi berbagai pihak yang bergotong royong dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Operasi Yustisi ini merupakan langkah sangat penting dalam penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan sebagai salah satu kunci utama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Komite bekerjasama dengan TNI-Polri, KPU, Bawaslu bersama pemerintah daerah akan memastikan 83.000 titik kelurahan dan desa di seluruh Indonesia menerapkan protokol kesehatan memakai masker dan menjaga jarak secara disiplin.

Pencanangan kegiatan "Pembagian Masker Serentak, Kampanye Jaga Jarak, dan Hindari Kerumunan Dalam Rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker Pilkada 2020 yang Aman, Damai dan Sehat", telah dimulai pada Kamis 10 September 2020 di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjelaskan, polisi akan terlibat langsung dalam penindakan masyarakat yang tidak disiplin dalam menggunakan masker. “Polisi, TNI, Satpol PP, kejaksaan, hakim akan bekerjasama melakukan operasi pagi, siang, malam dan menerapkan sanksi tegas terhadap masyarakat yang tidak disiplin, namun tetap dengan cara-cara humanis," tegas Gatot.

Untuk mengawali Operasi Yustisi, sebanyak 5 juta masker dibagikan oleh Polri, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jakarta. Selanjutnya pembagian masker akan dilakukan di berbagai provinsi, mulai dari Jawa Barat, Banten, Jakarta, hingga Bali, Maluku, dan Papua.

"Operasi Yustisi bisa menjadi simpul sinergi, tekad kebersamaan dan kolaborasi yang kuat terkait komponen kebersamaan dan kolaborasi yang kuat untuk menggaungkan disiplin masyarakat memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan," harap Gatot.

Dalam pencanangan Operasi Yustisi tersebut turut hadir adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Wakasad Letjen Moch Fachrudin, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua KPU Pusat Arief Budiman, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar, Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, hingga para pasangan calon Pilkada yang hadir secara virtual.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Jan 2021 03:08 WIB

Kehilangan Saling Kasih, Ini Jalan Raih The Golden Role

Islam Sehari-hari

Penjelasan KH Husein Muhammad soal peran terbaik dalam Islam

19 Jan 2021 02:24 WIB

Empat Ciri Masjid NU, Berdasarkan Alamiah Ibadah

Khazanah

Penjelasan Ustaz Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur

18 Jan 2021 22:40 WIB

Wapres Dukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Nasional

Gerakan nasional donor plasma konvalesen perlu solidaritas masyarakat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...