Ilustrasi cabai (Foto: Antara)
Harga cabe melambung

Harga Cabai Melambung, Pemkot Kediri Akui Opsar Tak Efektif

Ekonomi dan Bisnis 15 August 2019 22:49 WIB

Meski Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri Jawa Timur terus menggerojok stok cabai di pasar, namun harga cabai tak kunjung turun.

Bahkan saat ini harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri cenderung merangkak naik signifikan. Misalnya, di pasar Kelurahan Bandar Lor Kota Kediri, harga cabai rawit tembus Rp90 ribu per kilo. 

Yety Sisworini, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Desperindagtamben) Kota Kediri mengakui operasi pasar yang digelar selama dua minggu tidak efektif. Indikator ini dapat dilihat dari harga cabai di pasaran masih tetap tinggi. 

"Karena terjadinya lonjakan harga cabai yang sangat tinggi, untuk bulan-bulan terakhir ini. Padahal kita dari Tim Pengendali Inflasi Daerah sudah turun ke lapangan untuk melakukan operasi pasar, tetapi sepertinya tidak efektif kita lakukan," katanya ditemui di Balai Kota Kediri, Kamis 15 Agustus 2019. 

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri kemudian melaksanakan rapat evaluasi di kantor Bank Indonesia perwakilan Kediri. Mereka membahas permasalahan tersebut. Hasil dari rapat kordinasi itu diputuskan tim melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga di pasar Pahing Kota Kediri

"Hasil rapat dengan seluruh TPID di Bank Indonesia kita melakukan sidak harga di pasar. Sidak ini untuk melihat apa sih yang terjadi di sana," katanya.

Setelah dilakukan sidak di pasar, ditemukan harga cabai rawit masih cenderung  tinggi di kisaran antara Rp 70-75 ribu per kilo. 

"Kita tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan karena memang, kondisi yang tidak memungkinkan," kata dia.

Yety menambahkan, kenaikan harga cabai dipicu karena daya beli masyarakat terhadap komoditas sayuran tersebut tidak begitu banyak, sementara stoknya menipis. 

Faktor lainnya, tidak lepas dari musim kemarau panjang yang terjadi sekarang ini, sehingga membawa dampak menurunya hasil panen cabai. 

"Karena musim kemarau yang panjang, jadi hasil produksinya tidak bisa banyak. Karena memang cabai itu salah satunya harus membutuhkan udara yang dingin, air yang cukup walaupun tidak menerus ada hujan. Akan tetapi di saat musim kemarau yang panjang tentunya sangat berpengaruh terhadap produksi," katanya. 

Meski harganya naik, namun TPID Kota Kediri berani memastikan stok ketersediaan komoditas cabai masih mencukupi. 

"TPID kemarin operasi pasar selama dua minggu. Bulog sampai dengan hari ini masih dilakukan, tanpa TPID. Kalau TPID sudah dihentikan mulai Sabtu kemarin selesainya," tandasnya. 

Selain melakukan pemantauan harga cabai di pasar, Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri juga meninjau harga komoditas lainya seperti daging ayam potong, bawang merah, dan bawang putih.

Dari hasil pemantauan yang telah dilakukan harga ke tiga komoditas tersebut, masih relatif stabil bahkan canderung turun.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 20:44 WIB

Kuras ATM Kawan, Karyawati Koperasi di Kediri Dikecrek Polisi

Kriminalitas

Ibu rumah tangga ini gasak isi ATM temannya hingga Rp35 juta

06 Aug 2020 15:00 WIB

Operasi Patuh, Polres Kediri Kota Amankan 35 Unit Sepeda Motor

Jawa Timur

Selain itu, polisi juga menindak 546 pelanggar.

05 Aug 2020 19:48 WIB

Grebek Penambang Pasir di Kota Kediri, Satpol PP Kediri Amsyong

Jawa Timur

Para penambang kabur saat melihat rombongan mobil Satpol PP Kediri.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...