Terdakwa perkara korupsi proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham. (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ombudsman Temukan Suap dalam Pengawalan Idrus Marham

Korupsi 16 July 2019 15:08 WIB

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jakarta Raya menemukan tindak pidana suap kepada Marwan, petugas pengawal tahanan atas pengeluaran dan pengawalan tahanan Rutan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Idrus Marham.

Tindak pidana suap ini tertangkap kamera CCTV Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) ketika seorang pria berkacamata yang diduga penasihat hukum, ajudan atau kerabat Idrus memberikan sejumlah uang tanpa bungkus kepada Marwan saat mengawal mantan menteri sosial berobat gigi.

“Kalau dari rekaman video CCTV, setelah diberikan, Saudara M (Marwan) mengambil uang ratusan ribu berwarna merah dan dimasukkan ke dalam tasnya,” kata Asisten Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Indra Wahyu usai konferensi persnya di Jakarta, Selasa.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho mengatakan Ombudsman bertugas untuk mengawasi dan mengoreksi, sedangkan untuk tindak lanjut atas tindakan tersebut merupakan wewenang KPK dan hukum.

Selain tindak pidana suap, Teguh dan Indra juga membeberkan pelanggaran-pelanggaran lain berupa maladministrasi yang terjadi selama proses pengeluaran dan pengawalan Idrus.

Pelanggaran pertama mengenai prosedur pengeluaran tahanan. Idrus izin untuk berobat ke rumah sakit pada 21 Juni, namun kepala rutan tidak menandatangani berita acara serah terima tahanan pada hari yang sama melainkan 24 Juni 2019.

Selain itu, pengawalan tahanan hanya dilakukan oleh satu petugas (Marwan). Seharusnya dilakukan oleh minimal dua anggota Polri.

Sejak kedatangan hingga kepulangan dari di RS MMC Idrus juga tidak mengenakan borgol dan seragam rompi tahanan sehingga Idrus dapat bergerak bebas.

Bahkan, Idrus sempat bersantai di kedai kopi rumah sakit bersama keluarga, penasihat hukum dan kerabat selama hampir tiga jam setelah pengobatan.

Indra mengatakan Marwan telah mendapat sanksi berupa pemecatan. Namun bisa saja sebelumnya telah terjadi banyak kasus serupa, tidak hanya pada Marwan dan Idrus.

Karena itu, dia berharap KPK dapat mengatasi peristiwa ini agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. “Bisa saja memang kebetulan yang apes ketahuan oleh tim kami adalah Saudara M saja,” ujar dia.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Sep 2020 05:46 WIB

Idrus Marham Bebas dari LP Cipinang Usai 2 Tahun Penjara

Nasional

Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham resmi bebas dari LP Cipinang.

19 Dec 2019 11:14 WIB

Faye Nicole Jones Mangkir dari Panggilan KPK

Korupsi

Sang artis terseret kasus dugaan korupsi yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana alias W

04 Dec 2019 18:50 WIB

Wakil Ketua KPK Kecewa Potongan Masa Tahanan Idrus Marham

Korupsi

Tapi tetap menghormati keputusan hakim

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...